Sabtu, 15 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Ibu Rumah Tangga di Malang Selatan Bikin Miras Jenis Trobas

Jum'at, 13 April 2018 15:16:46 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Ibu Rumah Tangga di Malang Selatan Bikin Miras Jenis Trobas

Malang (beritajatim.com) - Seorang ibu rumah tangga di Malang Selatan jadi tersangka kasus memproduksi minuman keras (Miras) jenis Trobas. Perempuan bernama Amini (53), warga Dusun Sumberpelus, Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang ini, dibekuk petugas Kepolisian Sektor Gedangan saat memproduksi miras.

Untuk mengelabuhi petugas, tersangka meletakkan pabrik sekaligus gudang pembuatan miras di sebuah hutan kawasan Dusun Sumberpelus. Dari tempat ini, Polisi menyita barang bukti berupa18 gentong plastik berukuran besar yang berisi tape ketan hitam, air dan ragi. 2 buah wajan besar, 2 buah dandang berukuran besar, serta 2 buah jerigen besar yang berisi 35 liter miras jenis trobas yang siap diedarkan.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung pada awak media, Jumat (13/4/2018) siang membeberkan, pelaku memproduksi miras sejak dua bulan lalu. Produksi miras itu diletakkan dalam rumah dengan mencampur bahan-bahan berupa ketan hitam, ragi, air dicampur bahan kimia hingga menjadi methanol yang sangat berbahaya.

“Ini produksi miras jenis trobas illegal dan tidak ada ijin edar baik dari perindustrian dan kesehatan. Sehingga, kita tidak bisa pastikan kandungan air yang diminum tersebut aman atau tidak,” papar Ujung.

Kata dia,minuman keras golongan A, B dan C ada kadarnya. Yakni kadar etanol, sementara produk rumahan seperti yang dilakukan pelaku, ini mengandung methanol . Dimana kandungan metanolnya bisa mencapai 90 persen. “Metanol yang sangat tinggi sangat berbahaya bagi tubuh, karena ini termasuk racun. Begitu diminum dalam kadar berlebihan, akan berakibat metabolisme tubuh manusia berbahaya. Bisa mengakibatkan kebutaan dan meninggal dunia. Makanya kita tidak ingin terjadi disini dan kita tertibkan,” beber Ujung.

Masih kata Ujung, pelaku melanggar pasal 204 KUHP atau pasal 62 junto pasal 8 ayat (1a) Undang-undang nomer 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pangan. Atau pasal 140 dan 142 Undang-undang nomer 18 tahun 2012 tentang pangan. “Ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara dengan denda sampai Rp 2 milyar,” terang Ujung.

Sementara itu, tersangka Amini berdalih baru memproduksi miras jenis trobas sekitar bulan Maret 2018 lalu. “Saya baru coba-coba buat ini, Pak. Awal mulanya saya belar dari tetangga saya. Terus jadi seperti ini, miras trobas. Bahannya ketan hitam, air dan ragi kita masak,” urai Amini. [yog/but]

Tag : miras

Komentar

?>