Jum'at, 21 September 2018

Ketipu Keluarga Bule, Mahasiswa Unej Kehilangan Kamera

Rabu, 11 April 2018 17:38:08 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Ketipu Keluarga Bule, Mahasiswa Unej Kehilangan Kamera

Jember (beritajatim.com) - Nulung kepenthung. Bermaksud menolong, malah kena tipu. Itulah nasib Frenza Fairuz Firmansyah, mahasiswa Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember angkatan 2014. Dia dikibuli sebuah keluarga wisatawan mancanegara, sehingga kehilangan kameranya.

Semua berawal, saat seorang perempuan kulit putih bertubuh semampai yang mengaku bernama Eniko Annamaria menyapa Frenza yang sedang kongko-kongko dengan kawan-kawannya di salah satu kafe, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (8/4/2018). Annamaria bertanya, apakah ada dari salah satu mahasiswa tersebut yang bisa berbahasa Inggris. Frenza pun merespons dan mengajaknya bicara.

Annamaria tidak sendiri. Ternyata dia bersama lelaki yang diperkenalkan sebagai suaminya bernama Robert dan dua orang anak perempuan yang masih kecil bernama Arvhen dan Cheng Geh. Robert mengaku dari Jerman dan Annamaria berasal dari Hungaria.

Annamaria mengaku tidak punya uang karena kartu kreditnya terblokir dan anak-anaknya belum makan. "Dia kemudian pinjam uang Rp 150 ribu. Saya pinjami, tapi paspor Annamaria saya potret," kata Frenza, Rabu (11/4/2018).

Frenza mengaku kasihan saat itu. "Saya lihat juga anak-anaknya kelihatan kelaparan," katanya. Keluarga bule itu pun membeli makanan dan rokok di Alfamart. Mereka juga diantarkan kembali ke wisma tempat menginap oleh Frenza di Jalan S. Parman.

Keesokan harinya, Annamaria kembali mengontak dan mengabarkan kartu kreditnya masih terblokir. "Dia bilang, bank di Jerman belum buka, karena masih jam dua pagi waktu sana," kata Frenza.

Annamaria meminta agar dijemput di depan kantor Telkomsel alun-alun. Frenza pun meluncur dari rumahnya di Kecamatan Kalisat. "Setelah menjemput mereka (pasangan tersebut), saya menjemput anak mereka di guess house (wisma menginap). Mereka mau pinjam uang lagi. Saya kasihan, dan saya ajak mereka makan di kantin FKIP," katanya.

Dari situ Frenza tahu jika keluarga bule itu ke Jember untuk berlibur. Gara-gara kartu kredit terblokir, mereka mengaku tak bisa ke mana-mana. "Mereka minta antar jalan-jalan, dan akhirnya saya antar ke Kotok Forest, di Kalisat," katanya.

Frenza berhasil melobi pengelola wisata itu agar bisa masuk gratis. Pengelola setuju dan hanya minta agar bule tersebut berfoto ria untuk dibagikan di media sosial. Frenza setuju dan mengambil foto keluarga tersebut dengan kamera Fuji Film XA2. Mereka kembali ke kampus FKIP Unej pada pukul dua siang dan makan di kantin lagi dengan ditraktir Frenza. Ternyata belakangan Frenza baru tahu jika uang untuk membeli makanan itu tidak dibayarkan ke pemilik kantin.

Senin malam, Frenza bertemu dengan mereka di Kafe Kolong. Annamaria meminjam kameranya. Perempuan bertubuh tinggi semampai itu mengaku ingin belajar memotret dan ingin memotret sendiri saat pelesir tanpa merepotkan Frenza. Frenza pun setuju meminjamkan. "Karena kami memang masih janjian untuk ketemu lagi (untuk pelesir). Kami sudah menyiapkan tempat wisata untuk dikunjungi pada Selasanya," kata Frenza.

Rencananya mereka akan pelesir ke BIN Cigar dan pabrik cokelat di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. "Selasa pada pukul setengah enam pagi, saya kirim pesan WhatsApp dan bilang akan menjemput mereka pada pukul 09.15. Pukul delapan pagi mereka bilang oke. Pukul sembilan saya kirim pesan WA bahwa saya sedang dalam perjalanan. Pesan itu centang satu (tanda ponsel penerima tidak aktif dan pesan tidak dibaca)," kata Frenza.

Setiba di wisma tamu itu, Annamaria dan keluarganya sudah tidak ada. "Mereka checkout pukul enam pagi. Kameranya dibawa," kata Frenza. Dia pun langsung melaporkan hal ini ke aparat kepolisian dan imigrasi. [wir/kun]

Tag : penipuan WNA

Komentar

?>