Senin, 23 Juli 2018

Remaja Bertato Bacok Warga di Jalan, Ternyata Ini Alasannya

Kamis, 29 Maret 2018 09:31:04 WIB
Reporter : M Muthohar
Remaja Bertato Bacok Warga di Jalan, Ternyata Ini Alasannya

Tuban (beritajatim.com) - Niat menjadi jagoan sebagai penagih hutang, justru membuat Dwi Gagah Prakoso (19), remaja asal Gang Wijaya Kusuma, Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Kota Tuban, harus berurusan dengan petugas kepolisian, Kamis (29/3/2018).

Pasalnya, remaja penuh tato di badannya itu nekad membacok Syukur Ansori (42), warga Kelurahan Karangsari, Kota Tuban. Akibatnya korban mengalami luka-luka pada tangan. Pelaku langsung melarikan diri setelah membacok korban di pinggir jalan Diponegoro, Kota Tuban dua hari lalu.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, pembacokan yang dilakukan remaja bertato itu berawal saat korban dengan menggunakan sepeda motor melintas di jalan Diponegoro bersama temannya. Tiba-tiba Dwi menyerang korban dengan menggunakan sebilah bendo atau parang.

"Pelaku membacok korban dan mengenai jari tangannya. Sehingga korban bersama dengan temannya langsung terjatuh dari motor," terang Kapolsek Kota Tuban AKP Subagyo.

Mengetahui pelaku membawa senjata tajam, teman korban langsung berlari meminta bantuan kepada warga lain yang ada di sekitar lokasi. Selanjutnya, remaja penuh tato di tubuhnya itu juga langsung melarikan diri meninggalkan korban yang dalam kondisi mengalami luka-luka.

"Korban dibawa ke rumah sakit oleh temannya. Kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek. Namun, korban saat itu tidak mengetahui identitas dari pelaku dan juga tidak merasa punya masalah dengan," tambahnya.

Petugas Polsek Kota Tuban yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi untuk mencari keterangan saksi untuk proses lebih lanjut. Sehingga berdasarkan ciri-cirinya, akhirnya petugas bisa mengantongi identitas pelaku pembacokan di pinggir jalan tersebut.

"Setelah diketahui identitasnya pelaku kemudian kita tangkap dan dibawa ke Polsek untuk proses hukum lebih lanjut. Dari tangan pelaku kita amankan senjata tajam jenis Bendo dan juga jaket yang banyak bercak darahnya," lanjut mantan Kapolsek Kenduruan itu.

Adapun untuk motif dari pembacokan itu lantaran masalah dendam pelaku kepada orang lain gara-gara masalah hutang. Namun, pelaku salah orang. Untuk melampiaskan kemarahannya dia membacok korban saat itu melintas di jalanan. [mut/suf]

Tag : pembacokan

Komentar

?>