Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Selain Menempuh Jalur Hukum

Korban Investasi Bodong Sipoa Mengadu ke DPR RI

Kamis, 22 Maret 2018 22:22:22 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Korban Investasi Bodong Sipoa Mengadu ke DPR RI

Surabaya (beritajatim.com) - Ribuan korban dugaan kasus investasi bodong Sipoa Group selain melakukan upaya hukum dengan melapor ke Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim juga meminta hearing ke Komisi III DPR RI.

Permintaan tersebut mendapat respon dari Komisi yang membidangi hukum ini dengan melayangkan surat panggilan undangan rapat dengar pendapat umum di ruang rapat Komisi III, Gedung Nusantara II Paripurna Lt.1, Jakarta pada Selasa (27/3/2018).

Dian Purnama Anugrah, kuasa hukum korban dari UKBH Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyatakan pihaknya meminta dalam hearing nanti agar menghadirkan developer Sipoa untuk memberikan penjelasan. Baik itu dari sisi perizinan dan lainnya.

Dian menambahkan, para korban ini, hendak mengadukan masalah pembelian proyek properti PT Sipoa Group, baik di Surabaya dan Sidoarjo, sebagian juga di Bali yang tak kunjung dibangun sampai sekarang. Sebab, korban merasa laporan ke Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim belum ada perkembangan yang signifikan.

Surat undangan hearing nomor PW/05316/DPR RI/III/2018 ditandatangani Sekretaris Jenderal Kabag Set Komisi III DPR RI, memanggil Dian Purnama Anugrah, kuasa hukum korban dari UKBH Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dalam panggilan itu, rencananya 30 orang perwakilan Sipoa ikut ke Jakarta untuk mencari keadilan.

"Kami akan menceritakan keluhan yang dialami konsumen, mulai dari mereka membeli, memesan, mengangsur, sampai dengan tidak terbangunnya proyek-proyek yang pernah dipesan, hingga sampai bergulirnya laporan kami ke Polda Jatim, Porlestabes. Juga kejadian Selasa (5/2/2018) lalu, ada yang menerima cek kosong. Semua kami sampaikan dalam hearing nanti," tandas Dian.

Dian juda menambahkan, UKBH Unair yang mendampingi P2S sejak November 2017, sudah melakukan berbagai upaya. Namun karena ada dugaan orang kuat dibalik kasus ini, akhirnya tak ada titik temu. Bahkan Sipoa group masih beroperasi.

"Sebelumnya kami sudah wadul ke DPRD Jatim, Polda Jatim, Polrestabes, selanjutnya akan mengajukan gugatan secara perdata," sambungnya sembari mengatakan bahwa paguyuban P2S telah mendata kerugian yang dialami anggotanya mencapai Rp 30 miliar.

Antonius Djoko Muljono Ketua Paguyuban P2S mengatakan, pihaknya sangat berharap Komisi III dapat membantu mencarikan solusi.

"Harapkan kami, ada penetapan tersangka dalam kasus ini. Kami juga meminta Komisi III secepatnya membentuk Panja, lantaran kita semua ditipu menta-mentah dengan cek blong," jelas Antonius

Dalam hearing nanti, perwakitan P2S hendak menjelaskan permasalahan mulai dari kesuliatan perizinan di Dinas Cipta Karya baik Surabaya maupun Sidoarjo yang tidak mau membuka IMB. 

Antonius menjelaskan, para pembeli yang tergabung dalam paguyuban kini hanya meminta uang mereka dikembalikan tanpa syarat.

"Kalaupun hari ini dibangun, kami sudah tidak lagi percaya. Kami hanya meminta uang kami dikembalikan," pintanya.

Antonius sendiri merupakan satu di antara pembeli properti Sipoa yang seharusnya dibangun di kawasan Tambak Sumur. Bahkan ia sudah melakukan pembayaran 50 persen dari harga properti.

"Saya sudah memasukkan uang totalnya Rp290 juta. Harga propertinya Rp510 juta. Ternyata sampai sekarang tidak ada realisasi pembangunan. Lokasi masih berupa lahan kosong," selorohnya.

Sementara itu, anggota Komisi III Adies Kadir dari Fraksi Partai Golkar dikonfirmasi melalui telepon selulernya, membenarkan undangan tersebut.

"Kami ingin mendengarkan langsung keluhan korban dengan kerugian triliunan rupiah itu. Bisa jadi kasus ini melebihi kasus first travel, biro perjalanan umroh, " ujar Adies, Kamis (22/3/2018).

Menurut Adies, keluhan puluhan perwakilan korban dugaan kasus investasi bodong ini menindaklanjuti pasca pengaduan paguyuban pembeli proyek Sipoa Group (P2S) di Kampus Unair pada Jumat (9/3/2018). [uci/suf]

Tag : penipuan

Komentar

?>