Selasa, 24 April 2018

Tipu Teman, Leny Jadi Pesakitan

Selasa, 20 Maret 2018 22:06:25 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Tipu Teman, Leny Jadi Pesakitan

Surabaya (beritajatim.com) - Leny Anggreini, terdakwa perkara penipuan ini menjalani perdana oleh majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana, Selasa (20/3/2018).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis disebutkan, perbuatan terdakwa dilakukan pada Senin 7 November 2016 sekitar pukul 11.44 WIB di Bank BII May Bank KCP Manyar Jl. Ngagel Jaya Selatan Blok D3-D4 Surabaya.

Berawal dari Salim Himawan (saksi korban) yang telah saling kenal dengan terdakwa. Kemudian atas dasar pertemanan tersebut dia meminta bantuan kepada terdakwa supaya dikenalkan ke pihak Bank yang sudah dikenal oleh terdakwa. Tujuannnya, untuk memudahkan Salim mendapatkan pinjaman.

Pasalnya, saat itu Salim membutuhkan dana untuk pengerjaan proyek miliknya. Seiring berjalannya waktu ternyata tidak ada pihak Bank yang dikenalkan oleh terdakwa yang bisa memberikan pinjaman kepada korban.

Karenakan tidak ada Bank yang bersedia memberikan pinjaman, kemudian terdakwa bersedia untuk memberikan pinjaman kepada saksi korban dengan kesepakatan pinjaman akan dikembalikan pada Desember 2016.

"Bahwa, atas kesepakatan antara saksi korban dengan terdakwa tersebut selanjutnya pada 20 Juni 2016 saksi korban telah menerima uang pinjaman sebesar Rp. 500.000.000 yang masuk ke rekening Salim pada Bank BCA dengan nomor rekening 2588380799," ujar Darwis dalam dakwaannya.

Kemudian pada pertengahan Oktober 2016 terdakwa menemui Salim untuk menagih uang pengembalian pinjaman dimaksud, dikarenakan saksi korban belum memiliki uang sebesar Rp. 500.000.000.

Kemudian Salim mengajukan pembayaran kepada terdakwa sebesar Rp. 300.000.000. Sedangkan sisanya dibayar kemudian dan hal tersebut disetujui oleh terdakwa.

Pada 12 Oktober 2016 sekitar pukul 13.30 WIB bertempat di Rumah Makan Bakwan Kapasari Komp Pertokoan RMI Jalan Ngagel Jaya Selatan saksi korban telah memberikan satu lembar BG (Bilyet Giro) Nomor 683284 senilai Rp. 300.000.000 dari Bank BII Maybank.

Bilyet itu untuk membayarkan sebagian pinjaman Salim kepada terdakwa. Nah, oleh terdakwa, BG tersebut dicairkan pada 7 November 2016. Setelah terdakwa menerima uang dari saksi korban pada 7 November 2016, kemudian Leny memberikan lembaran tagihan kepada saksi korban pada tanggal 07 November 2016 dengan surat nomor 001/X/2016.

Dimana seolah-olah Salim mempunyai tagihan mengenai pembayaran konsultan pajak, pembayaran pemakaian kantor dan lain sebagainya. Padahal saksi korban tidak memiliki ikatan pekerjaan apapun kepada terdakwa, sedangkan uang sebesar Rp. 300.000.000 tersebut merupakan uang untuk pembayaran pinjaman saksi korban kepada terdakwa.

Kemudian pada 14 Desember 2016 Salim mendapatkan surat somasi dari saksi Elisabet Kaverya yang menanyakan tentang pengembalian pinjaman yang telah diberikan oleh saksi Elisabet Kaverya kepada saksi korban.

Karena merasa tidak memiliki pinjaman dari saksi Elisabet Kaverya, Salim mengkonfirmasi kepada saksi Elisabet dan juga kepada Leny mengenai surat somasi serta pembayaran yang dilakukan oleh saksi korban kepada terdakwa tetapi tidak ada jawaban.

Salim berusaha untuk mencari tahu dari mana asal uang yang masuk ke rekening dengan melihat rekening koran miliknya. Dari situ baru diketahui kalau uang yang telah masuk ke rekenignya melalui transfer antar Bank tersebut berasal dari saksi Elisabet Kaverya.

Uang yang diterima oleh terdakwa sebesar Rp. 300.000.000 dari Salim seharusnya diserahkan kepada  Elisabet Kaverya. Namun oleh terdakwa uang tersebut tidak diserahkan kepada saksi Elisabet, melainkan digunakan untuk kepentingannya sendiri tanpa seijin atau sepengetahuan Salim.

Akibat dari perbuatan terdakwa, Salim Himawan mengalami kerugian sebesar Rp. 300.000.000. "Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHPidana," ujar Darwis di akhir dakwaannya.

Usai sidang pihak terdakwa melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Namun permohonan tersebut masih dipelajari oleh hakim. Sayangnya, pihak kuasa hukum terdakwa tidak bersedia memberikan statemen apapun atas dakwaan yang ditujukan pada kliennya. [uci/suf]

Tag : penipuan

Komentar

?>