Rabu, 18 Juli 2018

Keuntungan Rp 2 Juta/Hari, 2 Pelaku Order Fiktif Taksi Online Terancam 19 Tahun

Senin, 19 Maret 2018 16:50:00 WIB
Reporter : Misti P.
Keuntungan Rp 2 Juta/Hari, 2 Pelaku Order Fiktif Taksi Online Terancam 19 Tahun

Mojokerto (beritajatim.com) - Dua pelaku order fiktif taksi online yang diringkus anggota Polsek Pacet terancam 19 tahun penjara. Selama hampir tiga bulan, keduanya mendapatkan keuntungan Rp 2 juta per hari selama beroperasi.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, penangkapan keduanya berawal dari kecurigaan petugas saat melakukan patroli di jalan Dusun Kambengan, Desa Cempokolimo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

"Petugas melihat ada mobil berhenti parkir di pinggir jalan cukup lama, saat dicek ditemukan ada 46 handphone di dalam mobil. Ini yang menimbulkan kecurigaan petugas, kok bisa orang bisa punya 46 handphone," ungkapnya, Senin (19/3/2018).

Masih kata Kapolres, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut ditemukan fakta jika yang bersangkutan melakukan manipulasi terhadap akun Grab baik itu dari sopir dan penumpang. Modusnya, yang bersangkutan memakai identitas orang lain untuk didaftarkan.

"Itu legal, memang terdaftar lalu untuk menerima pesanan. Sebentar dimatikan untuk menerima pesanan lain. Yang bersangkutan mengejar target bonus, untuk 10 kali rit bonusnya Rp100 ribu, 12 rit Rp200 ribu dan 16 rit Rp300 ribu. Setiap hari bisa Rp2 juta," katanya.

Kedua pelaku yakni Nuzulul Puspito (37) warga Jalan Manukan Yoso II 7B/3 RT 01 RW 01, Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya dan Arif Ishaq (32) warga Jalan Karangrejo Baru No 63 Kelurahan Wonokromo, Kota Surabaya.

"Keduanya mengaku menjalankan modus ini sejak bulan Januari, namun baru di Pacet kali ini dan ditangkap. Lebih banyak operasi di Surabaya, pasal yang dikenakan Pasal 51 Jo Pasal 35 RI UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang IT ancaman 15 tahun dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan ancaman 4 tahun," ujarnya.

Barang bukti yakni mobil jenis Daihatsu Xenia warna putih nopol W 1796 SL. Sebanyak 46 handphone berbagai merk, 35 handphone akun penumpang dan 11 akun sopir, enam kabel charge, wifi mobil, power bank, tas sandang coklat, tas merah Smartfren dan 12 kartu ATM berbagai bank.

Salah satu pelaku, Nuzulul Puspito (37) mengaku, baru beroperasi di Mojokerto dan tertangkap. "Bonusnya per akun, kalau tidak masuk transaksi ya gagal. Keuntungan antara Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per hari," tuturnya.

Menurut lulusan Sekolah Tinggi Pelayaran ini, hasil keuntungan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Ia mengaku belajar sendiri dan untuk melancarkan aksinya ia mengajak teman, Arif Ishaq (32) warga Jalan Karangrejo Baru No 63 Kelurahan Wonokromo, Kota Surabaya.[tin/kun]

Tag : taksi online

Berita Terkait

    Komentar

    ?>