Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

18 Anggota DPRD Kota Malang Jadi Tersangka Baru

Senin, 19 Maret 2018 16:07:04 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
18 Anggota DPRD Kota Malang Jadi Tersangka Baru

Malang (beritajatim.com)--18 anggota DPRD Kota Malang ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebanyak 18 anggota DPRD itu menyusul mantan ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono yang sebelumnya ditetapkan tersangka dalam kasus suap APBD perubahan Kota Malang tahun 2015.

Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Golkar, Ribut Harianto, mengatakan 18 anggota DPRD yang menjadi tersangka diketahui setelah dirinya diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK di Aula Rupatama, Polres Malang Kota, Senin (19/3/2018).

"Kalau di surat yang saya terima Minggu kemarin, ada enam tersangka. Saya tidak bisa sebutkan nama-namanya. Tapi setelah diperiksa ternyata ada 18 anggota DPRD yang jadi tersangka," kata Ribut.

Ribut mengaku tidak hafal dengan kedelapan belas nama anggota DPRD yang ditetapkan tersangka oleh KPK. Namun, Ribut menyebut, delapan belas anggota DPRD yang ditetapkan tersangka didominasi wakil Ketua DPRD.

"Yang jelas semua anggota dewan. Dan semua wakil ketua DPRD yang masuk jadi tersangka," ucap Ribut.

Saat pemeriksaan, Ribut mengaku pertanyaan masih seputar kasus suap APBD-P 2015. Sedangkan delapan belas anggota DPRD yang ditetapkan tersangka hari ini tidak ada yang diperiksa penyidik KPK.

"18 orang itu tidak ada yang ikut diperiksa hari ini. 18 tersangka itu disampaikan secara lisan oleh KPK saat pemeriksaan," tandasnya.

Kasus yang tengah ditangani oleh KPK ini menetapkan mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono (MAW), mantan Kepala PUPR, Jarot Edy Sulistyono (JES), dan pengusaha Hendrawan Mahruzaman, Komisaris PT EMK, terkait penganggaran kembali proyek pembangunan jembatan Kedungkandang, dalam APBD tahun 2016 penganggaran 2015. [luc/air]

Tag : korupsi

Komentar

?>