Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Kapolres Bekali Pengetahuan Anti Hoax, Sara dan Ujaran Kebencian Pada Masyarakat

Minggu, 18 Maret 2018 14:08:28 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Kapolres Bekali Pengetahuan Anti Hoax, Sara dan Ujaran Kebencian Pada Masyarakat

Bojonegoro (beritajatim.com) - Di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang luar biasa seperti saat ini, masyarakat harus lebih cerdas menyikapinya. Apabila tidak digunakan dengan cerdas dan positif bisa mendatangkan malapetaka bagi masyarakat.

Saat ini, tidak sedikit masyarakat yang mampu menyaring dalam penerimaan informasi melalui media sosial maupun media informasi yang dimanfaatkan oleh oknum untuk menyebarkan berita hoax atau informasi tidak benar.

Penyebaran berita hoax sangat diantisipasi dan mendapat perhatian serius dari Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro. Untuk mengantisipasi penyebaran berita hoax, Kapolres bersama Guru Ngaji dan Remas (remaja masjid) se Kabupaten Bojonegoro melaksanakan Deklarasi anti hoax, anti sara dan ujaran kebencian.

Dalam deklarasi yang diselenggarakan di Masjid Al-Ikhlas Mapolres Bojonegoro pada Sabtu (17/3/2018), dihadiri oleh Ketua Umum MPD DPW BKPRMI Jatim, Ustadz H. Ali muafa, Ketua Umum DPD BKPRMI Jatim, Ustadz H. Muhammad Arif, dan Ketua DPD BKPRMI Kab. Bojonegoro, Ustad Hartono.

Kapolres mengatakan, saat ini pemerintah tengah gencar memerangi berita hoax, bahkan Kepolisian juga sudah menangkap kelompok yang sengaja menyebarkan hoax, isu sara dan ujaran kebencian. Kapolres mengimbau pengguna media sosial saat ini perlu lebih berhati hati dalam menyebarkan informasi yang diterima.

"Jngan sampai justru ikut ikutan menyebarkan berita bohong atau hoax. Marilah kita sebagai Netizen untuk cerdas dalam bermedia sosial," tutur AKBP Wahyu S Bintoro.

Dengan diadakannya Deklarasi anti hoax, anti sara, dan ujaran kebencian, Kapolres mengajak Guru Ngaji yang sekaligus Netizen untuk cerdas dalam bermedia sosial, dapat menciptakan suasana sejuk di medsos, tidak membuat atau ikut serta menyebar hoax.

"Hindari komentar yang bersifat menghujat atau menghina, jalin persaudaraan antar netizen dan lebih bijak dalam bermedsos," ungkapnya.

Kegiatan diakhiri oleh Kapolres Bojonegoro beserta seluruh peserta Deklarasi dengan membubuhkan tanda tangan deklarasi anti hoax, ujaran kebencian, stop isu sara dan mendukung Polri menegakkan hukum kepada para pelaku penyebar hoax. [lus/kun]

Komentar

?>