Sabtu, 18 Agustus 2018

Senin, Kapolres Jember Kumpulkan Ulama dan Takmir Masjid Perangi Hoax

Sabtu, 17 Maret 2018 11:17:47 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Senin, Kapolres Jember Kumpulkan Ulama dan Takmir Masjid Perangi Hoax

Jember (beritajatim.com) - Kepala Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo mengundang ulama, takmir masjid, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, di Aula Institut Agama Islam Negeri Jember, Senin (19/3/2018).

Mereka akan dihadirkan dalam seminar 'Melawan Hoax, Intoleransi, dan Politisasi Agama'. Rencananya ulama Ustadz Arifin Ilham akan datang untuk memberikan ceramah agama. "Saya mengundang seluruh pengurus Majelis Ulama Indonesia kabupaten dan kecamatan, pengurus NU kabupaten dan kecamatan, pengurus Muhammadiyah kabupaten dan kecamatan, rektor perguruan tinggi, presiden mahasiswa, tim sukses kandidat gubernur dan wakil gubernur, partai politik, KPU, dan Panitia Pengawas Pemilu, serta takmir 450 masjid besar di Jember," kata Kusworo, Sabtu (17/3/2018).

"Sebelum diskusi panel, akan ada tausiyah dari ustadz Arifin Ilham mengenai anjuran agar tidak dilakukannya politisasi agama, terutama dengan memanfaatkan fasilitas ibadah seperti masjid, kuliah subuh, yang disusupi dengan agenda politik," kata Kusworo.

Menurut Kusworo, secara nasional ada 46 berita soal penyerangan terhadap ulama. "Namun hanya empat berita yang benar terjadi. Selebihnya 42 adalah berita bohong. Empat kejadian pun itu tidak terorganisasi, melainkan berupa insiden dengan orang yang mengalami gangguan jiwa. Itu pun tidak serta-merta (orang gila) menyerang. Tapi karena ada insiden atau momen yang membangkitkan emosi orang dengan gangguan jiwa ini saat berinteraksi dengan ulama. Lalu diviralkan seolah-olah ada penyerangan terhadap ulama. Ini yang bisa menimbulkan permusuhan dan keresahan," katanya.

Polisi akan menindak tegas penyebar dan pembuat hoax. Namun Kusworo meminta agar warga tidak ikut membuat dan menyebarkan hoax. "Pasca acara ini, kami meminta saran kepada peserta seminar soal apa yang perlu kami lakukan ke depan," kata Kusworo. [wir]  

Tag : hoax

Komentar

?>