Sabtu, 23 Juni 2018

Dua Makelar Diringkus Polsek Buduran

Rabu, 14 Maret 2018 19:12:40 WIB
Reporter : M. Ismail
Dua Makelar Diringkus Polsek Buduran

Sidoarjo (beritajatim.com) - Andhika Rahman (36), warga Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya yang tinggal di Perum Royal Juanda, dan Tatok Hariyanto (32), warga Perum Taman Tiara Cluster Mediterania, Buduran, Sidoarjo, diringkus Polsek Buduran.

Kedua makelar dianggap bersekongkol menipu Zaenal Arifin (41), warga Siwalankerto, Surabaya. Modus penipuan yang dilakukan kedua pelaku, memanfaatkan kebingungan korban yang sudah tidak bisa melanjutkan angsuran kredit mobil korban jenis Suzuki Nopol L 7913 IK milik korban.

Kedua pelaku bersekongkol membodohi korban dengan mengaku punya kenalan di jasa kredit kendaraan Suzuki Finance Indonesia (SFI) Jemursani Wonocolo Surabaya tempat korban mengambil kendaraan.

Kedua pelaku membawa surat abal-abal dari SFI dan mengaku bisa memberikan 'uang balen' untuk kredit macet. Korban yang percaya lansung menyerahkan mobilnya. Selanjutnya, kedua pelaku memberikan uang tunai senilai Rp 12 juta kepada korban.

"Kedua pelaku ini bersekongkol menipu korban. Dari penyelidikan, ada satu lagi pelaku yang sekarang ini melarikan mobil itu, inisialnya Dd," kata Kapolsek Buduran Kompol Hery Mulyanto, Rabu (14/3/2018).

Dia menceritakan, kasus ini berawal saat korban kredit mobil ke SFI Januari lalu. Setelah bayar uang muka Rp 50 juta dan membayar angsuran tiga kali, Zaenal merasa keberatan dan berniat mengembalikan mobil itu ke leasing.

Korban mau mengembalikan mobil dengan keinginan dapat uang kembalian yang besar. Kedua pelaku mengaku bisa membantu dan mendapatkan uang yang diinginkan.

"Tersangka Tatok sebenarnya memberikan uang Rp 18 juta, tapi oleh tersangka Andhika uang itu hanya diberikan ke korban sebanyak Rp 12 juta saja," ungkap mantan Kapolsek Porong itu.

Saat penyerahan juga dibuat berita acara. Surat dengan kop Suzuki dibuat Tatok untuk meyakinkan korban. Surat abal-abal ini sempat ditandatangani Totok dan Zaenal.

Ternyata, tak lama setelah menyerahkan mobilnya, Zaenal ditagih pihak leasing. Dia mengaku sudah menyerahkan mobil dengan bukti surat tersebut, tapi nyatanya tidak ada data sama sekali di SFI.

Merasa jadi korban penipuan, korban lantas mendatangi Polsek Buduran untuk melapor. Bukti surat yang dimiliki sempat dicek ke pihak leasing, ternyata memang surat itu abal-abal.

Dari laporan, polisi berhasil menangkap Andhika dan Tatok. Mobil korban yang diterima sudah dijual jual ke Dd seharga Rp 30 juta. Dan surat abal-abal yang dipakainya untuk mengelabuhi korban juga berasal dari Dd

"Kalau saya malah tidak tahu itu. Saya cuma mendapat Rp 6 juta, potongan uang dari Tatok Rp 18 juta dan saya serahkan ke Zaenal Rp 6 juta," aku Andhika. [isa/suf]

Tag : penipuan

Komentar

?>