Selasa, 23 Oktober 2018

Kelabui Debt Colektor, Pemilik Kendaraan Gunakan Nopol Palsu

Selasa, 13 Maret 2018 22:39:45 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Kelabui Debt Colektor, Pemilik Kendaraan Gunakan Nopol Palsu

Jombang (beritajatim.com) - Banyak cara yang dilakukan oleh pemilik kendaraan guna menghindari bidikan penagih utang atau debt colektor. Salah satunya adalah dengan mengganti pelat nomor yang asli dengan nopol palsu.

"Lebih aman di jalan. Karena banyak debt colektor yang menarik kendaraan yang kreditnya nunggak. Saya pernah mengganti pelat nopol untuk menyiasati itu," kata Herman, salah satu warga yang memiliki sepeda motor jenis Vario, Senin (13/3/2018).

Pengakuan Herman itu klop dengan yang diungkapkan para pembuat nopol di pinggir jalan. Sutopo misalnya, dalam satu hari ada tiga hingga empat pemilik kendaraan minta dibuatkan pelat nomor yang tidak sesuai dengan nopol kendaraan yang dibawa.

"Kata pemiliknya, untuk mengelabuhi petugas leasing. Karena cicilannya nunggak dua bulan. Kalau nopolnya asli, mudah dikenali dan akhirnya bisa ditarik di tengah jalan. Seperti itu alasan mereka," kata Sutopo yang membuka jasa pembuatan pelat nomor di sekitar Pasar Mojoagung, Jombang.

Kasalantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana menyayangkan adanya fenomena tersebut. Dia kemudian mengimbau agar para tukang tukang pelat nomor tidak menuruti begitu saja permintaan pemesan. Caranya, pemesan harus menunjukkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).

"Jadi harus menunjukkan STNK. Sehingga nopol yang dibuat juga sesuai dengan STNK yang dimaksud. Karena memalsukan nopol sudah jelas melanggar aturan. Ini ada unsur pidananya," kata Inggal ketika dikonformasi persoalan tersebut.

Inggal juga berjanji akan menggelar razia untuk meminimalisir penggunaan nopol palsu. "Jika memang kita temukan, akan akan kita tindak tegas. Sekali lagi, itu jelas melanggar," pungkas Inggal. [suf]

Tag : lalu lintas

Komentar

?>