Selasa, 18 September 2018

Warga Jabon dan Prigen Diringkus Polisi

Selasa, 13 Maret 2018 18:45:34 WIB
Reporter : M. Ismail
Warga Jabon dan Prigen Diringkus Polisi

Sidoarjo (beritajatim.com) - Bisnis pil koplo yang dilakukan oleh Mogar Tri Cahyono (27) warga Dusun Pengganjuran RT 07 RW 03 Desa Balongtani Kec Jabon, berakhir di balik jeruji besi Mapolsek Tanggulangin, Senin (13/3/2018).

Mogar diringkus Unit Reserse Polsek Tanggulangin saat mengedarkan pil jenis dobel L. Dari tangan Mogar, petugas menyita barang bukti pil dobel L sebanyak 46 buah dalam kemasan plastik kecil, yang masing-masing berisi 9 butir pil berlogo LL dan uang tunai hasil penjualan.

Mogar yang juga pengedar itu sepertinya tak ingin sendiri dalam makan tidur istrihat di penjara. Dia akhirnya buka suara bahwa barang miliknya di dapat dari temannya bernama Cholilur Rochmat (21) pemuda asal Dusun Gambiran RT 04 RW 01 Desa Gambiran Kec. Prigen, Pasuruan.

Mendapati nama baru, petugas lansung melakukan penyanggongan dan berhasil menangkap Cholil saat berada di rumahnya. Dari tangan Cholil, petugas mengamankan 5000 butir pil koplo dan uang tunai senilai Rp.650 ribu yang di simpan pada bangker tanah di belakang pintu kamar tidurnya.

Kapolsek Tanggulangin Kompol Sirdi menegaskan, penangkapan kedua pengedar itu hasil pengembangan penangkapan tersangka FS pelajar asal Keboguyang Jabon dan NP pemuda asal Kebogugang Jabon, di warung kopi Desa Permisan Kec. Jabon.
"Saat itu keduanya terdapat membawa 46 butir yang dibungkus plastik," katanya.

Dalam pemeriksaan, tambah Sirdi, keduanya mengaku mendapatkan barang dari Mogar. Mogar saat diperiksa petugas menjawab barang haramnya itu dari Cholilur Rohmat.

“FS dan NP menyebut pil koplo yang diedarkan dibeli dari Mogar. Sedangkan Mogar dapat barangnya dari Cholil. Keduanya lansung kami targetkan dan berhasil ditangkap di rumah masing-masing," ungkapnya.

Masih kata Sirdi, dalam ungkap kasus ini, pihaknya menyita barang bukti 5 kantong plastik besar masing-masing bersisi 1000 butir pil koplo,1 kantong plastik berisi 52 butir,1 kantong plastik masing-masing berisi 3 butir,1 kantong plastik berisi 7 bandel plastik kecil.

Petugas juga menyita uang tunai sebsar Rp650 ribu yang di simpan pada bunker tanah di belakang pintu kamar tidur. "Kedua tersangka ini dijerat pasal 196 dan atau pasal 197 UURI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan," tegasnya.

Cholilur Rochmat di hadapan penyidik mengakui barang miliknya diedarkan pada semua kalangan. Satu  kantong plastik berisi 1000 butir  di jual ke pembeli seharga Rp 650 ribu. Dan Mogar Tri Cahyono kembali menjualnya ke pelanggan 100 butir pil koplo seharga Rp 100 ribu.

Keuntungan dari hasil penjualan,dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup anak dan istrinya.Sedangka sisanya,di gunakan untuk berfoya-foya. "Uang hasil bisnis pil koplo ini, saya buat untuk menafkahi keluarga dan sisanya dibuat untuk senang-senang," aku Cholil dengan mengaku menyesal. [isa/but]

Tag : narkoba

Komentar

?>