Selasa, 19 Juni 2018

Polisi Selidiki Penganiayaan Guru SMK Saat Razia Pil Koplo

Minggu, 04 Maret 2018 20:31:50 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Polisi Selidiki Penganiayaan Guru SMK Saat Razia Pil Koplo
foto/ilustrasi

Jember (beritajatim.com) - Sebuah foto laporan polisi (LP) tertanggal 28 Februari 2018 beredar di media sosial yang berisi soal dugaan penganiayaan terhadap Jefri Adiksa Surya (33), seorang guru SMK Teknologi Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, oleh muridnya sendiri.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Erik Pradana mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah meminta keterangan dari saksi-saksi. "Jumat kemarin sudah pemeriksaan saksi-saksi. Ada beberapa yang masih sakit. Kepala sekolahnya masih ada acara," katanya, Minggu (4/3/2018).

Polisi belum menetapkan tersangka. "Karena ini berkaitan dengan anak di bawah umur. Ini penanganannya berbeda. Soal keterangan saksi-saksi kami dalami dulu. Ini masih dalam penyelidikan," kata Erik.

Wakil Kepala SMK Teknologi Balung Bidang Kurikulum Wawan Kurniawan mengaku tidak tahu soal perkembangan kasus itu. Setahunya, kasus itu sudah didamaikan. "Kronologinya saya tidak tahu," katanya.

Soal tindak lanjut pihak sekolah, Wawan menyatakan, itu bukan kewenangannya. "Itu wewenang kepala sekolah dan ketua yayasan. Saya anak buah tidak tahu apa-apa," katanya.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Selasa, 27 Februari 2018, saat ada razia pil koplo di salah satu ruang kelas. Saat itu, kepala bagian belakang Jefri dipukul dan paha kanannya ditendang oleh seorang siswa berinisial N. N merasa tersinggung karena Jefri menegur salah satu siswa. Tak hanya menganiaya, Jefri juga menjadi sasaran ucapan kasar dari N. [wir/suf]

Tag : penganiayaan

Komentar

?>