Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Dampak Bonek Dikeroyok, Polrestabes Imbau Agar Jaga Toleransi

Kamis, 01 Maret 2018 19:01:31 WIB
Reporter : Wahyu Hestiningdiah
Dampak Bonek Dikeroyok, Polrestabes Imbau Agar Jaga Toleransi

Surabaya (beritajatim.com) - Niat memberikan dukungan kepada sang pentolan bonek saat sidang, seorang bonek diduga dikeroyok oleh sekelompok oknum pendekar Persatuan Setia Hati Teratai (PSHT) di jalan Arjuno, Kamis (1/3) siang. Hal itu diketahui setelah sebuah video dan foto korban dikeroyok viral di media sosial.

Kabagops Polrestabes Surabaya, AKBP Bambang S Wibowo membenarkan kejadian tersebut. Meski demikian Bambang tidak gegabah untuk menuduh pihak mana yang melakukan pengeroyokan tersebut.

"Kami sudah dengar, memang betul. Anggota juga sudah kami kirim untuk mengecek dan membantu korban guna dibawa ke rumah sakit. Kami masih lakukan pendalaman dulu," ujar Bambang, Kamis (1/3/2018).

Video yang berdurasi sekitar 20 detik itu memperlihatkan, korban yang diketahui bernama Muhammad Abdul Hafid (29) warga Surabaya itu tergeletak memegangi kepalanya, sedangkan puluhan orang menginjak-injak serta memukulnya secara membabi-buta.

Meski tidak sampai meninggal, korban Abdul Hafid mengalami luka yang cukup serius di bagian wajah, pihak kepolisian lebih fokus membantu pemulihan dan perawatan kondisi korban.

Saat ditemui di Intalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Soewandi,salah seorang anggota reskrim Polrestabes Surabaya menyebut jika kondisi korban tengah mendapatkan perawatan dan sudah bisa berbicara.

"Tinggal nunggu hasil rogten saja mas, semoga tidak apa-apa, sudah bisa ngomong juga kok," ujar anggota yang tak mau disebut namanya itu.

Kejadian itu merupakan imbas dari pengawalan sidang putusan yang melibatkan salah satu pentolan bonek di pengadilan negeri Surabaya. Para Bonek dan masa PSHT berkumpul dengan penjagaan ketat aparat kepolisian.

Lebih lanjut, Bambang menghimbau agar seluruh masyarakat khususnya massa dari dua belah pihak agar tidak terprovokasi dan terus menjaga kondusifitas serta kerukunan di Surabaya khususnya, agar persoalan antara dua massa fanatik itu tidak berkelanjutan.

"Ya imbauannya agar bisa menjaga kondusifitas, toleransi. Kalau begini terus tidak akan menyelesaikan masalah. Marilah sama-sama mengawal proses hukum yang ada tanpa harus membuat masalah baru. Kita harus jaga Surabaya bersama agar tidak ada lagi kejadian semacam tersebut," tutup perwira dua melati di pundak itu.[way/kun]

Komentar

?>