Rabu, 15 Agustus 2018

Terbukti Aniaya Pendekar PSHT, Oknum Bonek Dihukum 10 Tahun

Kamis, 01 Maret 2018 11:20:42 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Terbukti Aniaya Pendekar PSHT, Oknum Bonek Dihukum 10 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) - Majelis hakim yang diketuai Syifa'urosidin menjatuhkan hukuman 10 tahun pada dua oknum bonek, Mochammad Tiyok Dwi Septian Als Yoyok dan Mochammad Ja'far bin Hasim, Kamis (1/3/2018).

Dalam vonisnya, majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 170 ayat 2. Dalam pertimbangannya, hakim Syifa'urosidin juga membacakan hasil autopsi yang menyatakan bahwa korban meninggal akibat adanya pukulan benda tumpul.

"Hal hal yang memberatkan perbuatan terdakwa mengakibatkan korban kehilangan nyawa. Perbuatan terdakwa menimbulkan kesedihan yang mendalam terhadap keluarga korban," ujar hakim.

Vonis ini conform dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Christina dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak yang mengajukan tuntutan pidana penjara selama 10 tahun.

Keduanya dinilai terbukti melakukan pengeroyokan terhadap pesilat PSHT Eko Ristianto meninggal dunia dan juga menyebabkan korban Aris mengalami luka berat akibat ulah kedua terdakwa.

"Terdakwa Mochammad Tiyok Dwi Septian Als Yoyok dan Mochammad Ja'far bin Hasim terbukti bersalah melanggar pasal 170 ayat (2) dan menuntut masing-masing terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara,"kata Jaksa Siska saat membacakan surat tuntutannya di PN Surabaya, Kamis (15/2/2018) lalu.

Seperti diketahui, peristiwa itu terjadi saat pertandingan Persebaya Surabaya melawan PS Biak pada Minggu (1/10/2017) lalu.

Bentrok itu menyebabkan Eko Ristianto, 25 tahun, warga Kepuh Baru, Bojonegoro meninggal dunia. Sementara pesilat lain yakni Aris, warga Simorejosari mengalami luka luka, akibat benda tumpul. [uci/kun]

Komentar

?>