Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Berkali-kali Masuk Rumah Korban, Ini Alasan Pelaku

Jum'at, 23 Februari 2018 19:15:23 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Berkali-kali Masuk Rumah Korban, Ini Alasan Pelaku

Ponorogo (beritajatim.com) - ST (48) warga Desa Karang Waluh, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, kepergok berusaha masuk ke rumah Sukro Sugito (48) warga Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku berusaha masuk sebanyak lima kali sepanjang 2017-2018. Namun selalu gagal. Hari Kamis (22/2/2018), dia berhasil tapi ketahuan.

Sebelumnya, di tahun 2007, pelaku juga mencoba masuk sampai tiga kali. "Totalnya sembilan kali. Tujuh tidak bisa gagal. Dua kali ketahuan," kata Kapolsek Sampung, AKP Sugeng Sukamto kepada beritajatim.com, Jumat (23/2/2018).

Dia mengaku, saat 2007, waktu pertama kali ketahuan antara pelaku dan si empu rumah sudah menyelesaikan secara kekeluargaan. Saat itu, Sukro si pemilik rumah mengalami musibah.

Tapi, pelaku masuk ke dalam kamar. "Tidak mengambil apapun. Hanya ingin melihat istri dari Sukro. Pelaku memendam rasa," katanya.

Namun, lanjut dia, sang istri Sukro tidak menanggapi. Akhirnya tergila-gila sampai berusaha masuk ke rumah Sukro.

"Yang kedua itu juga hampir ketahuan. Di tahun sama 2007, sudah masuk. Cuma kabur. Pemilik rumah memastikan itu pelaku. Dan terakhir kemarin malam," tambahnya.

Dia mengatakan, kendati beda desa, jarak rumah keduanya sangat dekat. Hanya 150 meter. Dan si pelaku terhitung mampu.

Diberitakan sebelumnya, entah apa yang dipikirkan oleh sebut saja ST (48) warga, warga Desa Karang Waluh, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. ST sudah lima kali berusaha masuk ke rumah Sukro (48) warga Desa Glinggang, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

Namun dalam lima kali tersebut pelaku gagal. Ulah keenamnya pelaku berhasil masuk ke rumah korban.

Pelaku selama lima kali gagal dan satu kali berhasil selalu melakukan aksinya pada dini hari. Dan berusaha masuk ke dalam rumah koran lewat jendela samping.

"Jendela samping rumah korban memang jarang dikunci. Jadi untuk masuk si pelaku. Lima kali berusaha bobol tidak berhasil. Ada yang lewat pintu ada yg jendela. Kemarin pas bisa," kata Kapolsek Sampung, Sugeng Sukamto, Jumat (23/2/2018).

Setelah berhasil, lanjut dia, pelaku masuk ke kamar bagian belakang yang kosong. Kebetulan ada handphone tergeletak. AKP Sugeng mengatakan, karena ada handphone tergeletak sehingga pelaku mengambilnya.

Walaupun aksi keenamnya berhasil, lanjut dia, si empu rumah atau salah satu anggota keluarga pemilik rumah, Katim curiga karena ada suara orang di belakang kamar. "Dicek, dengan membawa tombak rupanya ada pelaku yang sedang sembunyi di samping tempat tidur, Katim mengusirnya," katanya

Namun, sebelum pergi, handphone hasil curiannya jatuh. Tapi karena sudah diusir, pelaku pergi lewat pintu belakang.

"Anak pemilik rumah pun membututinya. Dan menanyakan perihal handphone tersebut. Akhirnya dibawa ke Polsek Sampung," katanya. [mit/but]

Tag : pencurian

Komentar

?>