Kamis, 20 September 2018

Dua Warga Jember Beli Ribuan Lobster Bayi di Tengah Laut Selatan

Jum'at, 23 Februari 2018 19:03:10 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Dua Warga Jember Beli Ribuan Lobster Bayi di Tengah Laut Selatan

Jember (beritajatim.com) - Dua orang warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, membeli ribuan ekor lobster bayi dari nelayan di tengah perairan laut selatan. Mereka pun dibekuk aparat Satuan Polisi Air.

Dua tersangka itu warga Dusun Krajan, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger berinisial berinisial Mar (51)dan IS (42). Mereka dibekuk di perairan Teluk Legong, Kecamatan Wuluhan, Kamis (22/2/2018). Polisi berhasil mengamankan 1.195 ekor lobster bayi, uang tunai Rp 667 ribu, dan satu unit perahu jukung berwarna biru.

"Sebagian barang bukti baby lobster kami amankan, sebagian lainnya ditabur kembali ke laut, karena dikhawatirkan akan mati kalau dibawa," kata Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Jember Komisaris Muhammad Lutfi, Jumat (23/2/2018).

Ada dua jenis lobster yang dibeli dua tersangka, yakni 1.189 ekor lobster bayi jenis pasir dan enam ekor jenis mutiara. Lobster bayi jenis pasir dihargai Rp 6 ribu per ekor, dan jenis mutiara dihargai Rp 27 ribu per ekor. "Harga total pembelian adalah Rp 7,296 juta," kata Lutfi.

"Tersangka adalah pengepul lobster dari beberapa nelayan yang akan dijual ke tengkulak luar kabupaten. Informasinya, ada pengepul beberapa kabupaten tetangga yang mengepul untuk dijual ke luar negeri," kata Lutfi.

Sejak 2017, polisi sudah empat kali menggagalkan penjualan lobster ilegal di Jember. Sebelumnya, beberapa kali penggagalan transaksi lobster bayi dilakukan di daratan. "Akhirnya mereka beralih bertransaksi di laut," kata Lutfi.

Kedua tersangka dijerat pasal 92 junto pasal 7 ayat 2 huruf j subs pasal 88 junto pasal 7 ayat 2 huruf j Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. "Ancaman hukuman enam tahun penjara atau denda Rp 1,5 miliar," kata Lutfi. [wir/but]

Tag : ilegal

Komentar

?>