Jum'at, 21 September 2018

Anak SD di Surabaya Dilatih Disiplin Berlalu Lintas

Kamis, 22 Februari 2018 02:34:13 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Anak SD di Surabaya Dilatih Disiplin Berlalu Lintas

Surabaya (beritajatim.com) - Menumbuhkan disiplin berlalu-lintas harus dimulai sejak dini. Tujuan akhirnya agar menciptakan masyarakat perkotaan yang sopan dan peduli akan keselamatan saat berkendara.

Sadar hal itu harus dilakukan sejak awal, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya bersama PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) secara berkala menggelar edukasi dini taat berlalu-lintas. Kali ini sasarannya adalah siswa SDN Kalisari 2 Surabaya yang diajak langsung mempraktekkan bagaimana cara menyeberang yang baik, berboncengan yang aman serta mengenal fungsi rambu jalan serta traffic light.

Menurut Subagio Utomo, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Surabaya, city tour untuk mengedukasi siswa ini merupakan salah satu upaya Pemkot menyiapkan generasi tertib berlalu-lintas yang baru. Sebab kedepan mereka pastinya akan menjadi pengendara yang tertib karena sejak dini sudah sadar akan pentingnya mematuhi aturan berlalu-lintas.

Efeknya dirasakan di masa depan nanti, anak-anak yang sudah diberi pelatihan sejak dini juga akan mampu menjadi agen perubahan perilaku berkendara untuk keluarga dan lingkungan mereka.

Tak hanya diajak memahami cara berlalu lintas yang baik, anak-anak ini juga dibawa ke ruang command center yang ada di Siola untuk melihat arus lalu lintas di seluruh kota Surabaya serta beberapa Bantaran sungai dan bendungan di Surabaya yang juga telah dipasangi CCTV oleh Pemkot Surabaya.

"Nah ini airnya kelihatan dangkal, tapi sebenarnya dasar sungainya dalam lho. Jadi jangan suka bermain di sungai apalagi musim penghujan, airnya bisa banyak dan arusnya bisa menghanyutkan kalian. Dan yang paling penting lagi, jangan terlalu percaya pada orang asing," ungkap Subagio saat menemui para siswa, Rabu (21/2/2018) di Siola.

Tak hanya itu saja, Subagio meminta siswa untuk lebih peka pada lingkungan disekitarnya. Jika ada kebakaran, anak tersesat maka siswa yang sebagian besar sudah dibekali gadget bisa langsung menghubungi 112 dan tim di command center akan melakukan respon cepat.

"Respon tim 112 saat ini cukup cepat, ada laporan masuk maka dalam waktu 11 hingga 12 menit tim sudah ada dilapangan. Karena kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian juga. Tetapi penting sekali untuk tidak membuat laporan fiktif di call center 112 ini," tegas Subagio.

Ditambahkan, saat ini 112 sudah menjadi andalan warga Surabaya, dengan bantuan CCTV yang kini ada di setiap sudut jalan protokol hingga kawasan ramai membuat tim 112 bekerja lebih efektif. Bahkan beberapa waktu lalu, ada warga yang kehilangan kucing pun bisa diselesaikan dengan kerja tim yang efesien.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pembayun Gading Nugroho, Instruktur Safety Riding PT MPM, di kantor mereka di kawasan Simpang Dukuh, Genteng Surabaya, memiliki berbagai spot untuk safety riding. Dan edukasi ini bukan hanya untuk siswa maupun mahasiswa melainkan juga terbuka untuk umum. Yakni, setiap Kamis, MPM membuka kelas khusus Safety Riding yang didatangi berbagai kalangan. Mulai siswa hingga masyarakat yang tidak bisa berkendara pun ikut ambil bagian.

"Bahkan mereka yang datang ada yang belum bisa bersepeda motor dan kami juga mengajari mereka sampai bisa menggunakan sepeda motor. Sebab saat ini di setiap showroom MPM kami memiliki alat simulasi khusus berkendara," tandas Pembayun.[rea/suf]

Tag : lalu lintas

Komentar

?>