Sabtu, 22 September 2018

Razia Gabungan, Polres Mojokerto Temukan 4 Orang Gila

Rabu, 21 Februari 2018 19:03:35 WIB
Reporter : Misti P.
Razia Gabungan, Polres Mojokerto Temukan 4 Orang Gila

Mojokerto (beritajatim.com) - Polres Mojokerto menggelar razia gabungan dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto dengan sasaran gelandangan, pengemis, gepeng dan orang gila. Dari razia yang digelar sejak Selasa (20/2/2018) malam, ditemukan empat orang gila.

Kabag Ops Polres Mojokerto, Kompol Tri Sujoko mengatakan, razia sudah dilakukan sejak, Selasa malam. "Dan dilanjutkan hari ini dengan sasaran gelandangan, pengemis, gepeng dan lebih spesifik orang gila. Karena situasi nasional saat ini banyak kejadian yg melibatkan orang gila," ungkapnya, Rabu (21/2/2018).

Sehingga, lanjut Kabag Ops, pihaknya mendapat instruksi langsung dari pusat untuk menyisir dan mencari orang gila di wilayah hukum Polres Mojokerto. Namun, tegas Kabag Ops, bukan orang gila yang sebenarnya karena orang gila juga sakit.

"Tapi kita lihat di belakangnya siapa, karena orang gila sebagai alat juga bisa. Untuk memberikan rasa aman dan nyaman di Mojokerto, khususnya sekarang yang lagi in sasaran tokoh agama sehingga kita memberikan keyakinan penuh jika situasi dan kondisi masyarakat Mojokerto saat ini aman," katanya.

Baik memeluk agama apapun dalam rangka pelaksanaan ibadah, Kabag Ops menegaskan, jika Polres Mojokerto menyatakan situasi saat ini aman dan kondusif. Salah satu aksinya yakni untuk selalu kontinyu melakukan operasi atau razia salah satunya dengan sasaran orang gila.

"Ada 4 orang gila yang berhasil kita amankan, 3 tadi malam dan 1 hari ini. Selanjutkan dengan Dinsos akan dibawah ke Dispendukcapil untuk periksa retina, ada kelainan atau tdak termasul alamatnya.  Jika ditanyatakan sakit akan dibuatkan rekom dari Dinkes dan Dinsos akan dirujuk kemana," lanjutnya.

Menurutnya, razia akan dilakukan sampai situasi kondusif sehingga tidak ada batas waktu. Razia serupa, lanjut Kabag Ops, sudah rutin dilakukan, namun karena ada kejadian dengan melibatkan orang gila maka razia lebih ditingkatkan.

"Untuk keamanan tokoh agama, kita berikan himbauan melalui spanduk dan banner dipasang serta memperketat pusat ibadah saat mereka merayakan hari besar keagamaan. Dan setiap malam libur, akan digelar razia dalam skala besar," tegasnya.[tin/kun]

Komentar

?>