Senin, 21 Mei 2018

Wakil Walikota Mojokerto Dipanggil KPK

Kamis, 15 Februari 2018 07:12:38 WIB
Reporter : Misti P.
Wakil Walikota Mojokerto Dipanggil KPK

Mojokerto (beritajatim.com) - Selain memanggil Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPPKA) Kota Mojokerto Agung Moeljono, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memanggil Wakil Walikota Mojokerto, Suyitno.

Pemanggilan bersama sejumlah anggota DPRD Kota Mojokerto itu terkait penyidikan kasus dugaan suap  pengalihan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mojokerto Tahun 2017. Mereka menjadi saksi Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus yang dijadikan tersangka sebelumnya.

Kabag Humas dan Protokol Pemkot Mojokerto, Chairul Anwar membenarkan, terkait pemanggilan tersebut. "Iya informasinya memang seperti itu, Kepala DPPKA dan Wakil Walikota yang dipanggil untuk jadi saksi," ungkapnya, Kamis (15/2/2018).

Namun pihaknya mengaku tidak menerima surat panggilan untuk Kepala DPPKA dan Wakil Walikota Mojokerto tersebut. Anwar menjelaskan, informasi tersebut ia peroleh dari Kabag Hukum Pemkot Mojokerto, Puji Hardjono.

"Saya dapat informasi dari Kabag Hukum, hari ini yang mendapat panggilan sebagai saksi oleh KPK yakni Kepala DPPKA dan Wakil Walikota. Tapi saya tidak tahu detail surat panggilan untuk mereka. Pasalnya, saya tidak menerima surat itu," katanya.

Informasi beritajatim.com di lapangan, Agung diperiksa bersama tiga anggota DPRD Kota Mojokerto lainnya yakni Hardyah Santi dari fraksi Partai Golkar, Udji Pramono dari fraksi Partai Demokrat dan Riha Mustafa dari Partai Persatuan Pembangunan pada Rabu (14/2/2018).

Sebelumnya, Selasa (13/2/2018), KPK memanggil empat anggota DPRD Kota Mojokerto yakni Dwi Edwin Endraparja dari Gerindra, Junaedi Malik dari PKB, Yuli Veronica Maschur dari PAN dan Riha Mustofa dari PPP. [tin/suf]

Tag : korupsi

Komentar

?>