Minggu, 19 Agustus 2018

Ketua DPRD Jember Ditahan Kejaksaan

Rabu, 14 Februari 2018 21:47:44 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Ketua DPRD Jember Ditahan Kejaksaan
Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni

Jember (beritajatim.com) - Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni ditahan aparat kejaksaan negeri setempat. 

Dia ditetapkan menjadi tersangka kasus bantuan sosial hewan ternak, Rabu (14/2/2018). "Pengumpulan bukti sudah kami lakukan selama setahun, kaitannya dengan bansos tahun 2015 yang melalui usulan DPRD Kabupaten Jember. Ini tadi karena kami periksa dulu sebagai saksi. Selanjutnya tim bersama saya melakukan ekspos, perkara ini apakah ditingkatkan ke penetapan tersangka atau tidak," kata Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto kepada wartawan.

Menurut Ponco, semua penyidik menyimpulkan cukup alat bukti untuk menetapkan Thoif menjadi tersangka. "Modusnya, kami temukan di lapangan, bantuan sosial (bansos) tidak sesuai peruntukannya," katanya.

Bansos itu diberikan kepada kelompok yang tidak sesuai dengan Peraturan Mendagri Nomor 39 Tahun 2012. Kelompok yang menerima bansos tersebut masih memiliki hubungan keluarga dengan Thoif. "Padahal tujuan bansos salah satunya mengentas kemiskinan. Namun rata-rata kami cek ke lapangan, yang menerima adalah orang yang tergolong mampu. Jadi tidak sesuai peruntukan," kata Ponco.

Sangkaan terhadap Thoif sebagai apa? "Sementara ini yang bersangkutan menyalahgunakan kewenangan. Perannya juga banyak di situ, mulai dari perencanaan, terus mulai pengusulannya itu, untuk meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah juga, mengusulkan supaya DPRD diberikan bansos senilai Rp 33 miliar," katanya.

Berapa kerugian negara? "Ini kan baru sambil jalan. Tapi karena ini memang sifatnya, kalau saya lihat itu didesain. Jadi jenis korupsinya kelihatan didesain. Pertanggungjawaban itu ke masing-masing anggota Dewan. Jadi ditemukan surat atau bukti, dari Rpp 33 miliar itu berbeda-beda perolehannya. Ketua kurang lebih dapat sekitar Rp 1,2 miliar, pimpinan juga sekitar Rp 1,2 miliar. Anggota rata-rata dapat Rp 800 juta," kata Ponco.

"Jadi berbeda-beda mendapatkan, didesain. Jadi pertanggunganjawab pidananya itu kepada masing-masing penerima. Dan dari yang menerima itu tidak semuanya juga menyimpang. Masih ada yang dilaksanakan dengan baik. Nanti akan komprehensif, akan secara detail kami telusuri semua," kata Ponco. [wir/ted]

Tag : dprd jember

Komentar

?>