Minggu, 27 Mei 2018

Lagi, Pejabat Jombang Diperiksa KPK Secara Maraton

Rabu, 14 Februari 2018 16:53:56 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Lagi, Pejabat Jombang Diperiksa KPK Secara Maraton

Jombang (beritajatim.com) - KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kembali melakukan pemeriksaan secara maraton sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Jombang, Rabu (14/2/2018). Pemeriksaan itu diduga untuk mendalami kasus dugaan jual beli jabatan dan pungli perizinan yang menjadikan Bupati Nyono Suharli sebagai tersangka.

Pemeriksaan yang bertempat di Gedung Graha Bhakti Bhayangkara Polres Jombang itu merupakan kelanjutan dari pemeriksaan kemarin. Untuk hari ini yang terlihat dalam pemeriksaan adalah dua ajudan Bupati Nyono, kemudian Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran, serta Kabag Hukum Agus Purnomo.

Mereka berada di ruangan tersebut beberapa jam. Saat keluar dari ruangan Pudji enggan mengumbar komentar. Dia hanya mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut terkait dirinya saat menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinskes) Jombang.

Memang selain menjabat sebagai Direktur RSUD Jombang, Pudji pernah menjadi Plt menggantikan dr Heri Wibowo yang mengundurkan diri. "Saya dipanggil karena pernah menjabat sebagai Plt Dinkes," katanya singkat.

Apa yang dikatakan Pudji klop kasus yang membelit Dinkes. Pasalnya, Plt Kepala Dinkes Inna Silestyowati sudah ditetapkan sebagai tersangka menyusul bosnya. Inna sebagai penyuapm sedangkan Nyono sebagai penerima.

Uang yang diserahkan Inna  kepada Nyono diduga berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi dari 34 Puskesmas di Jombang yang dikumpulkan sejak Juni 2017 sekitar total Rp434.000.000.

Dengan pembagian 1 persen untuk Paguyuban Puskesmas se-Jombang, 1 persen untuk Kepala Dinas Kesehatan, dan 5 persen untuk Bupati. Atas dana yang terkumpul tersebut, Inna telah menyerahkan kepada Nyono sebesar Rp200.000.000 pada Desember 2017.

Selain itu, Inna Silestyowati juga membantu penerbitan izin operasional sebuah rumah sakit swasta di Jombang dan meminta pungutan liar (pungli) terkait izin.

Dari pungli tersebut, diduga telah diserahkan kepada Nyono Suharli Wihandoko pada 1 Februari 2018 sebesar Rp75.000.000. Diduga sekitar Rp50.000.000 telah digunakan Nyono Suharli Wihandoko untuk membayar iklan terkait rencananya maju dalam Pilkada Bupati Jombang 2018.

Sebagai penerima, Nyono Suharli Wihandoko disangkakan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan pihak pemberi, Inna Silestyowati disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi. [suf]

Tag : korupsi

Komentar

?>