Senin, 19 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

KPK Panggil Wakil Wali Kota Malang

Rabu, 14 Februari 2018 11:44:56 WIB
Reporter : Hendra Brata
KPK Panggil Wakil Wali Kota Malang

Jakarta (beritajatim.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Wali Kota Malang Sutiaji terkait penyidikan dugaan suap dalam pembahasan APBD-Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.

''Wakil Wali Kota Malang Sutiaji diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MAW (Ketua DPRD Malang),'' kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (14/2).

Febri menambahkan, penyidik juga memanggil Anggota DPRD Kota Malang Bambang Sumarto sebagai saksi. Penyidik juga memanggil 10 orang dari pihak swasta. Mereka adalah Hariyadi pemilik CV Dwi Tunggal, Fitrianingsih pemilik CV Menara Utama, Subandi pemilik CV Barokah Jaya, Ajad Sudrajat pemilik CV Esas Segitigma, Anna Yulitasari pemilik CV Rexa Bangun Utama, Sukarno Yudho Arisandi pemilik CV Duta Prima Teknik, Moch Ali Imron pemilik CV Nyiur Utama Raya, Bambang Suprayitno pemilik CV Ngadeg Dewe, Suherno pemilik CV Fiko Tama, dan Nurhayati pemilik CV Bonanza.

Febri tidak menjelaskan kaitan mereka dalam kasus ini. ''Semua dipanggil sebagai saksi,'' kata Febri.

Seperti diketahui, Arief ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus, yakni kasus dugaan suap terkait pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015; dan kasus dugaan suap penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kendung Kandang, dalam APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2016 pada 2015. Pada, Kamis 2 November 2017, KPK telah menahan Arief di Rumah Tahanan KPK cabang Pomdam Guntur.

Arief diduga menerima Rp 700 juta untuk pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tersebut. Suap diduga diberikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Jarot Edy Sulistyono.

Sementara, pada kasus suap pengganggaran kembali Jembatan Kendung Kandang, Arief diduga menerima Rp 250 juta. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Arief disangkakan sebagai pihak penerima suap, sementara Jarot dan Hendarwan sebagai pemberi suap. [hen/but]

Tag : korupsi malang

Komentar

?>