Rabu, 23 Mei 2018

Gelar Sarjana Diduga Palsu Dibuat Anas untuk Menipu

Selasa, 13 Februari 2018 18:43:27 WIB
Reporter : M. Ismail
Gelar Sarjana Diduga Palsu Dibuat Anas untuk Menipu

Sidoarjo (beritajatim.com) - Sudah memakai gelar sarjana diduga palsu, dibuat untuk memperdayai seseorang lagi.

Itulah yang dilakukan Anas Al-Ayubi, S.H, (48) warga desa Gempol Kisik, Kecamatan Gempol, Pasuruan terhadap  H. Cipto Warga Dusun Bangun, Desa Tambak Kalisogo Jabon.

Bahkan korban yang ditipu Anas, tidak hanya H Cipto saja. Melainkan pemilik rumah makan Cak Gundul dan Ibu Sri juga tertipu uang ratusan juta oleh Anas. H Cipto salah satu korban Anas mengaku tertipu dan merugi hingga Rp 398 juta.

Kasus itu berawal dari H Cipto ingin membeli sebidang tanah tambak di Desa Kedungpeluk Kecaatan Candi. Tambak tersebut tercatat milik Hj Ruqqoyyah yang di hibahkan ke Nurul Aissah.

Tanah seluas 11,070 hektar yang dibeli H Cipto itu harganya senilai Rp 700 juta itu menyimpan  permasalahan.  "Surat Hibah dari Notaris yang diberikan Anas ternyata palsu. Stempel dan tanda tangannya ini semua palsu," kata Cipto usai mengikuti persidangan di PN Sidoarjo, Selasa (13/2/2018).

Cipto menambahkan, dirinya juga merasa ditipu oleh Anas terkait proses kepemilikan tanah tersebut. 

Proses kepemilikan tanah untuk balik nama juga hanya bualan. Uangnya diambil tapi tanah tak kunjung menjadi atasnamanya. Uang yang diberikan ke Anas juga hingga ratusan juta."Dalam mengurus ijin sampai meminta uang Rp 120 juta. Uang itu untuk kepentingan sidang eksekusi di PN Sidoarjo, namun setelah saya cek, tidak ada," tambahnya.

Tidak berhenti disitu, sambung Cipto. Dirinya juga diminta uang senilai Rp 45 juta dengan alasan untuk kepentingan eksekusi objek tersebut. "Eksekusinya abal-abal. Sudah saya cek ke PN tidak pernah ada jadwal eksekusi," katanya lagi dengan kesal.

Lebih jauh Cipto menerangkan, kasus penipuan yang menimpa dirinya ini tak ayal membuat dirinya geram. Dirinya berniatan untuk segera melaporkan Anas ke pihak yang berwajib. "Saya mempunyai data otentik terkait gelar Sarjana Hukum (SH) yang dipakai itu juga palsu," tambahnya.

Anas, kata Cipto, memang pernah menempuh pendidikan di Universitas Merdeka Pasuruan. Namun, dia tidak pernah dinyatakan lulus oleh pihak univeraitas tersebut. "Memang Anas pernah kuliah namun tidak lulus. Semester 6 sudah tidak melanjutkan. Itu bukti jika gelar sarjana hukumnya tidak benar," ungkap Cipto

Masih kata Cipto, aksi penipuan yang dilakukan Anas juga menimpa orang lain. Cipto mengakui sudah menghimpun data dan siap mendatangkan para korban atas laporan kasus dugaan penipuan dan pemalsuan data yang dilakukan Anas. 

"Tidak hanya saya yang ditipu. Pemilik rumah makan Cak Gundul, Ibu Sri juga tertipu uang ratusan juta oleh Anas," jelasnya. (isa/ted)

Komentar

?>