Sabtu, 17 Nopember 2018

Mobdin Bupati Jombang Non Aktif Terparkir di Polres, Disita KPK?

Selasa, 13 Februari 2018 18:32:45 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Mobdin Bupati Jombang Non Aktif Terparkir di Polres, Disita KPK?

Jombang (beritajatim.com) - Mobil dinas (mobdin) Bupati Jombang non aktif Nyono Suharli Wihandoko terparkir di halaman belakang Polres Jombang, Selasa (13/2/2018). Kuat dugaan, mobil berpelat merah S 1 WP itu disita KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Kendaraan jenis Toyota Camry dengan cat warna hitam itu dibawa ke Polres Jombang oleh salah satu ajudan bupati, yakni Munir. Awalnya, mobil tersebut menggunakan pelat hitam S 1705 BS.

Begitu diparkir, Munir kemudian menuju
Gedung GBB (Graha Bhakti Bhayangkara) Polres Jombang. Nah, di ruang GBB itulah sejumlah petugas KPK sedang melakukan pemeriksaan beberapa pejabat Pemkab Jombang.

Oleh salah satu petugas, ajudan itu diminta mengganti pelat hitam menjadi merah, yakni S 1 WP. Petugas dari KPK tersebut lantas memeriksa mobil Camry itu. Belum ada konfirmasi terkait dugaan penyitaaan tersebut.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Kesehatan Inna Silestyowati dan Bupati Jombang Nyono Suharli ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan dan perizinan. Inna sebagai penyuap dan bupati sebagai penerima suap.

Uang yang diserahkan Inna  kepada Nyono diduga berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi dari 34 Puskesmas di Jombang yang dikumpulkan sejak Juni 2017 sekitar total Rp434.000.000.

Dengan pembagian 1 persen untuk Paguyuban Puskesmas se-Jombang, 1 persen untuk Kepala Dinas Kesehatan, dan 5 persen untuk Bupati. Atas dana yang terkumpul tersebut, Inna telah menyerahkan kepada Nyono sebesar Rp200.000.000 pada Desember 2017.

Selain itu, Inna Silestyowati juga membantu penerbitan izin operasional sebuah rumah sakit swasta di Jombang dan meminta pungutan liar (pungli) terkait izin.

Dari pungli tersebut, diduga telah diserahkan kepada Nyono Suharli Wihandoko pada 1 Februari 2018 sebesar Rp75.000.000. Diduga sekitar Rp50.000.000 telah digunakan Nyono Suharli Wihandoko untuk membayar iklan terkait rencananya maju dalam Pilkada Bupati Jombang 2018.

Sebagai penerima, Nyono Suharli Wihandoko disangkakan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan pihak pemberi, Inna Silestyowati disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi. [suf/kun]

Tag : korupsi

Komentar

?>