Sabtu, 22 September 2018

Layanan Seks Threesome di Solo Sepi, Fitria Pindah Surabaya

Jum'at, 09 Februari 2018 21:57:18 WIB
Reporter : Ragil Priyonggo
Layanan Seks Threesome di Solo Sepi, Fitria Pindah Surabaya
Foto ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) - Fitria Tanjung, warga asal Tipes, RT 02 RW 05, Tipes, Sarengan Kota, Surakarta, Kamis (8/2) malam, dibawa oleh Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dia kepergok mengantar korban berinisial RDK (33) untuk melayani tamu di kamar nomor 226 di salah satu hotel di kawasan Jalan Pemuda.

Dari hasil pemeriksaan wanita berusia 24 tahun itu, RDK merupakan temannya sediri dan tetangganya di Surakarta. Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni menjelaskan, mereka datang ke Surabaya sejak pada Rabu (7/2). Tujuan untuk liburan.

Namun setelah menginap di hotel di Jalan Pemuda, kedua wanita ini menyebar broadcast di BBM dan Whatsapp berisi tentang layanan seks. "Awalnya, keduanya mengatakan jika mereka datang ke Surabaya untuk liburan. Namun setelah kami dalami, tersangka dan korban memang sudah berniat mencari pelanggan di Surabaya," kata Ruth Yeni kepada wartawan, Jum'at (9/2/2018).

Kepada polisi, Fitria mengakui ikut membantu korban untuk melayani tamu dengan layanan threesome.  Dia mengaku praktek tersebut sebelumnya sudah dilakukan di Solo, namun karena beberepa bulan sepi, mereka pun nekat ke Surabaya dan mencari pelanggan.

"Di Solo saya dan korban sudah beberapa kali melayani tamu dengan layanan yang sama. Namun karena sepi, saya ke Surabaya. Sebab kata teman saya, pelanggan di Surabaya masih banyak," ungkap Fitria.

Sedangkan tarif praktek tersebut Fitria memberikan harga sebesar Rp 1 juta per jam. Tarif tersebut sudah include dengan sewa kamar hotel yang ditempati oleh tersangka dan korban. Meski baru sehari, layanan yang mereka tawarkan cukup lumayan.

Nantinya jika ada tamu yang mau dengan tarif Rp 1 juta akan dibagi dua. Namun, Fitria menggaku kalau yang lebih besar, yakni sebesar Rp 550 ribu. "Kalau teman saya beri bagian Rp 450 ribu,” terangnya.

Dari penggerebekan di kamar nomor 226 di salah satu hotel di kawasan Jalan Pemuda, Polisi mendapati korban dan tersangka sedang melayani seorang pria hidung belang dengan layanan threesome. "Praktek ini baru berjalan dua kali, pertama melayani dua laki hidung belang," pungkas perwira dengan tiga balok di pundaknya.

Dari penangkapan tersebut, polisi tidak hanya membawa tersangka dan korban melainkan juga mengamankan barang bukti yakni uang Rp 450 ribu, bill hotel, dua buah kondom dan satu HP yang digunakan tersangka untuk menawarkan layanannya. [gil/but]

Komentar

?>