Kamis, 16 Agustus 2018

Petakziah Masih Berdatangan di Rumah Guru Budi

Jum'at, 09 Februari 2018 15:36:01 WIB
Reporter : Zamachsari
Petakziah Masih Berdatangan di Rumah Guru Budi

Sampang (beritajatim.com) - Meski telah melibihi 7 hari meninggalnya guru Ahmad Budi Canyanto, rumah duka yang ada di Kampung Pleyang, Desa Tanggumong, Sampang, Madura masih ramai petakziah.

Petakziah datang dari beberapa wilayah, diantaranya, dari Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Mojokerto dan beberapa wilayah lainya. "Ini merupakan bentuk keprihatian dan rasa duka kami terhadap guru Budi," terang Jamil Sekertaris PGRI Kecamatan Jenu, Tuban, yang tiba di rumah duka, Jumat (9/2/2018),

Jamil berharap dengan kejadian penganiayaan siswa kepada gurunya ini menjadi pelajaran untuk dunia pendidikan. 

Agar kejadian serupa tidak terulang khususya di wilayah Tuban. "Kita berharap kejadian ini menjadikan pengalaman buruk untuk dunia pendidikan agar lebih baik," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Budi Cahyanto menjadi korban penganiayaan siswanya bernama Halili saat proses belajar mengajar kesenian di SMA Negeri 1 Torjun.

Saat itu, guru Budi dianiaya siswanya hingga mengalami mati batang otak dan meninggal di RSU Dr Soetomo Surabaya.[sar/ted]

Tag : penganiayaan

Komentar

?>