Rabu, 21 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Pulang dari Malaysia, Warga Pamekasan Bawa Sabu 940 Gram

Kamis, 08 Februari 2018 19:25:35 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Pulang dari Malaysia, Warga Pamekasan Bawa Sabu 940 Gram

Sidoarjo (beritajatim.com) - Pria berinisial AW (32) harus berurusan dengan petugas Bea dan Cukai Juanda. Warga Desa Temberu, Pamekasan itu mencoba menyelundupkan 940 gram narkotika jenis sabu-sabu, yang disembunyikan dalam mesin penanak nasi sepulang dari Malaysia melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya, Kamis (25/1) lalu.

Kepala Kepala Bea dan Cukai Juanda, mengungkapkan kronologi barang haram itu diselundupkan seorang penumpang berinisial (AW) pesawat Air Asia rute Kuala Lumpur - Surabaya dan kronologi kejadiannya pada pukul 22.00 WIB yang bersangkutan penumpang Air Asia rute Kuala Lumpur - Surabaya mendarat di Bandara.

"Pada saat memasuki custom area, petugas Bea dan Cukai mencurigai kardus yang berisi mesin penanak nasi yang diperiksa X-Rai, karena ada gambar yang mencurigakan dari sekitar mesin penanak nasi. Saat diperiksa, ternyata di dinding dan dasar mesin penanak nasi ditemukan tujuh bungkus plastik dalam kristal putih yang jika ditotal ada 940 gram," kata Budi Harjanto saat press conference, di Aula BC Juanda, Kamis (8/2/18).

Budi mengatakan ristal putih tersebut positif merupakan sabu-sabu. Pada hari itu setelah melakukan pemeriksaan, Bea dan Cukai Juanda langsung menghubungi jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur untuk proses lebih lanjut.

"Dari pengakuan tersangka, ia disuruh untuk mengirim Sabu-sabu ke Pamekasan dengan iming-iming mendapatkan imbalan 50 Ringgit," ujar Budi.

Menurut Budi penggagalan penyelundupan narkoba ini merupakan kerja sama yang baik antara Bea Cukai Juanda dan Laboratorium Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jatim, Direskoba Polda Bali, Kantor Imigrasi Bandara Juanda dan Satuan Pengamanan Bandara Juanda.

"Upaya ini merupakan upaya penyelamatan generasi muda karena kami berarti telah menyelamatkan 4.700 jiwa generasi muda. Kita berharap ini yang terakhir," ucapnya.

Budi menegaskan, atas perbuatan yang dilakukan. Tersangka AW diancam pasal 113 ayat 1 dan 2 dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

"Selain itu, tersangka terbukti menyelundupkan barang impor seperti UU Kepabeanan Nomor 17 tahun 2006 pasal 102 akan dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan denda paling sedikit Rp5 juta dan paling banyak Rp5 miliar," tegasnya. [ito/but]

Tag : narkoba

Komentar

?>