Rabu, 23 Mei 2018

Rampas HP Santri Tebuireng

Yusril Diciduk Polisi

Rabu, 07 Februari 2018 01:29:08 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Yusril Diciduk Polisi

Jombang (beritajatim.com) - Yusril Putra alias YP (18), warga Gg IV Dusun Tebuireng Desa Cukir Kecamatan Diwek, dibekuk polisi, Selasa (6/2/2018). Dia merupakan salah satu komplotan yang melakukan perampasan HP milik santri Tebuireng di area parkir makam Gus Dur, bulan lalu.

Kini polisi masih memburu tiga pelaku lainnya. Karena polisi juga sudah mengantongi identitas tiga pelaku tersebut. "Satu pelaku berhasil kita tangkap, sedangkan tiga lainnya masih buron," ujar Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi.

Gatot menjelaskan, Yusril ditangkap saat berada di sebuah warung. Dia tidak bisa berkutik ketika digelandang petugas ke kantor polisi. "Tiga pelaku yang masih buron masing-masing PFF (15), D (19) dan H (18).

Perampasan yang dilakukan komplotan Yusril ini pada 3 Januari 2018. Aksi bermula saat korban Imamul Mujahidin (21), santri asal Kabupaten Kudus bersama temannya bernama Rendi, tengah bersantai di area makam Gus Dur, sekitar pukul  20.45 WIB.

Ketika korban sedang main HP, tiba-tiba  didatangi Yusril Putra, PF, D dan H dengan mengedarai dua  sepeda motor. Tanpa babibu, D dan PF segera merebut HP merek Oppo serta tas milik korban yang berisi uang tunai Rp500 ribu, KTP, SIM dan STNK motor.

Korban melakukan perlawanan. Karena itulah D dan PF membacok punggung dan lengan korban menggunakan pedang hingga tak berdaya. Sedangkan Yusril Putra memukul teman korban bernama Rendi. Usai melumpuhkan korbannya, para pelaku langsung kabur.

Sementara korban dibantu beberapa warga melaporkan ke polisi satu hari setelah kejadian. Korban membeber ciri-ciri pelaku ke polisi. Dari situlah penelusuran dilakukan. Walhasil, salah satu bandit tersebut akhirnya bisa diciduk.

Selain menangkap Yusril, polisi juga sejumlah barang bukti. Diantaranya, HP merek Oppo, jaket warna hitam dan sepeda motor sebagai sarana beraksi jenis Honda Vario bernopol S 3571 OP. Atas perbuatannya, pelaku kami jerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. [suf]

Komentar

?>