Minggu, 19 Agustus 2018

Jambret Tewas Didor, Dua Bulan Beraksi di 8 TKP

Selasa, 23 Januari 2018 14:34:04 WIB
Reporter : Temmy P.
Jambret Tewas Didor, Dua Bulan Beraksi di 8 TKP
Polisi menunjukkan sejumlah BB yang diamankan dari pelaku jambret. [Foto: Temmy/bj.com]

Sumenep (beritajatim.com)--Moh. Sirat (33), warga Desa Jaba'an, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), yang tewas didor anggota Polres setempat, ternyata telah melakukan aksinya di 8 tempat kejadian perkara (TKP).

"Dari hasil pemeriksaan, selama Desember 2017 hingga Januari 2018, tersangka ini mengaku telah melakukan penjambretan di 8 TKP. Rata-rata di sekitar Kecamatan Manding dan Rubaru," kata Kabag Ren Polres Sumenep, Kompol Endri Prasetyo Utoro, Selasa (23/01/2018).

Sirat merupakan spesialis pelaku penjambretan yang meresahkan masyarakat. Saat melakukan aksinya, tersangka mengendarai sepeda motor berboncengan, kemudian mendekati para korban yang membawa tas atau dompet, dan mengambil paksa.

"Jadi korban yang diincar ini dipepet, kemudian tasnya diambil paksa. Kalau korban berusaha mempertahankan tasnya, maka tersangka akan menendang sepeda motor korban hingga korban terjatuh. Setelah itu, Sirat mengambil tasnya dan kabur," ungkapnya.

Sirat berhasil ditangkap di lokasi lomba burung di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. Usai ditangkap, Sirat diminta menunjukkan tempat persembunyian temannya yang kerap ikut melakukan aksi penjambretan.

Ternyata saat tempat yang ditunjukkan Sirat digeledah, tersangka yang diincar tidak ditemukan.

Setelah itu, Sirat diminta menunjukkan tempat-tempat ia melakukan aksinya. Ternyata saat menunjukkan TKP keempat, Sirat tiba-tiba melakukan perlawanan terhadap petugas Kepolisian hingga borgol lepas. Bahkan Sirat berusaha merebut senjata api anggota.

"Karena itu, anggota langsung melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali, namun tidak digubris. Bahkan tersangka sempat bergulat dengan anggota, hingga akhirnya anggota melepaskan tembakan dan mengenai dada kiri Sirat," ujarnya.

Usai tertembak, Sirat sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

"Sementara untuk teman Sirat yang diduga ikut membantu melakukan aksi penjambretan, saat ini tengah dalam pengejaran kami. Identitasnya sudah kami kantongi," ungkapnya. [tem/air]

Komentar

?>