Sabtu, 20 Oktober 2018

Hakim Tetapkan Penahanan Guru Besar Ilmu Hukum Ubaya

Selasa, 23 Januari 2018 14:28:01 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Hakim Tetapkan Penahanan Guru Besar Ilmu Hukum Ubaya
Prof Dr Lanny Kusumawati Guru Besar Universitas Surabaya (Ubaya)

Surabaya (beritajatim.com)--Prof Dr Lanny Kusumawati ditahan oleh majelis hakim PN Surabaya yang diketuai Maxi Sigarlaki.

Guru besar ilmu hukum Univeraitas Surabaya (Ubaya) ini dialihkan status tahanannya dari tahanan kota menjadi tahanan negara usai menjalani sidang perdana di ruang Sari 2, Selasa (23/1/2018).

Hakim Maxi menjelaskan dalam penetapan status penahanan terdakwa, bahwa terdakwa ditetapkan sebagai tahanan kota oleh JPU sejak 27 Nopember 2017 sampai 16 Desember 2017, kemudian dilakukan perpanjangan oleh Ketua PN Surabaya mulai 17 Desember 2017 sampai 15 Januari 2018. Terdakwa dilakukan penahanan hakim sejak 9 Januari 2018 sampai 7 Februari 2018.

"Untuk mempermudah jalannya proses persidangan, maka majelis hakim mengalihkan status tahanan terdakwa dari tahanan kota menjadi tahanan rumah negara," ujar hakim Maxi dalam penetapannya.

Prof Lanny oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Karmawan didakwa melanggar pasal 263 KUHP yakni memberikan keterangan palsu pada akta otentik berupa cover notes.

Usai mendengarkan pembacaan dakwaan, tim penasehat hukum terdakwa yang terdiri dari Alexander Arif, Purwanto, Abdul Aziz Balhmar, Rizal, Mulyo dan Saiful mengajukan eksepsi dan meminta kepada majelis hakim supaya menunda persidangan selama dua minggu.

Alasannya, mereka hingga saat ini belum menerima berkas perkara dari penyidik Kepolisian, sehingga masa dua minggu itu akan dipergunakan juga untuk mempelajari dakwaan dan menyusun eksepsi.

Ditemui usai persidangan, Alexander Arif mengatakan bahwa pengalihan status penahanan terdakwa ini telalu dipaksakan, karena selama ini terdakwa kooperatif dan tidak pernah mangkir dari panggilan penyidik maupun persidangan.

Sehingga, katanya, tidak benar kalau terdakwa dikhawatirkan akan memperlambat atau menghalang-halangi persidangan.

Alexander Arif juga berpendapat jika dakwaan yang disusun JPU tersebut kabur dan terkesan dipenggal semua keterangannya.

Hal lain yang akan disampaikan di eksepsi tim penasehat hukum terdakwa adalah tentang kapasitas pelapor dalam perkara ini, karena dalam dakwaan dijelaskan akibat perbuatan yang dilakukan terdakwa, pelapor sangat dirugikan akibat diterbitkannya cover note oleh terdakwa. [uci/air]

Tag : pemalsuan

Komentar

?>