Minggu, 24 Juni 2018

Pasangan Pelaku Aborsi Tetap Akan Menikah dalam Tahanan

Selasa, 23 Januari 2018 12:28:43 WIB
Reporter : M. Ismail
Pasangan Pelaku Aborsi Tetap Akan Menikah dalam Tahanan

Sidoarjo (beritajatim.com) - Pasangan sejoli Alex Kumaedi (22) warga RT 03 RW 03 Desa Pasucen Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati, Jawa Tengah dan Irene Evan Gelista (20) warga RT 002 RW 001 Balas Klumprik Wiyung Surabaya, yang menjadi tersangka kasus aborsi dan penguburan di area pesawahan Desa Tawangsari Kecamatan Taman, akan tetap melangsungkan pernikahan bulan Maret 2018 mendatang meski di dalam tahanan Mapolresta Sidoarjo.

Dua muda mudi itu akan dijerat pasal 77A Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, keduanya sepakat dengan sengaja melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan dengan alasan dan tata cara yang tidak dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

"Aborsi itu dilakukan di tempat keduanya menginap di penginapan Medaeng Waru selama dua hari. IE meminum obat yang dipesannya lewat online. Harga dua setrip pil merk GL itu dibelinya senilai Rp 3 juta," kata Selasa (23/1/2018).

Harris mengungkapkan, IE meminum obat sejak Senin (15/1/2018)pagi. Selasa (16/2/2018) sore, bayi itu keluar dalam kondisi sudah meninggal. Dalam prakteknya, saat minum obat dengan jumlah banyak itu, perut IE mulai terasa mules dan sakit. "Oleh AK, dibantu dengancara mengurut perut IE sambil dengan dorongan hingga bayi itu keluar," ungkapnya.

Saat usia kandungan dua bulan, keduanya juga pernah berusaha menggugurkan janinnya itu, tapi tidak berhasil. Jelang akan menikah kurang dua bulan dan merasa malu terhadap orang tua, keduanya bertekad mengaborsi bayi dalam kandungan yang memasuk usia 6 bulan tersebut. "Alasan mengaborsi bayi karena mau menikah dan malu sama kedua orang tuanya," jelas mantan mantan Kapolsek Simokerto Surabaya itu.

Alex mengakui perbuatan yang dilakukan. Ia berjanji akan komitmen menikahi Irene yang sudah dipacarinya selama setahun jalan tersebut. "Saya akan tetap menikah bulan Maret mendatang meski berada dibalik jeruji besi," imbuh Alex sambil menoleh ke wajah Irene.

Sementara Irene mengaku sampai sekarang perutnya masih terasa sakit. Sejak menelan obat untuk aborsi, perutnya mual-mual dan pedih saat bayi itu keluar dalam kondisi sudah tidak bernyawa. "Sampai sekarang perut saya masih terasa sakit," tuturnya lirih sambil terus menunduk.

Aborsi itu diakuinya memang secara sengaja dan sudah kesepakatan berdua. Keduanya yang sudah tunangan itu merasa malu karena hamil diluar nikah. Nikah akan dilansungkan bulan Maret mendatang. Soal tanggal berapanya, masih dipikirkan keduanya serta kesepakatankedua orang tua tersangka.

Diberitakan sebelumnya, AK dan IE kepergok saksi Abdullah (48) petani Desa Gilang RT 24 RW 07 Kec Taman, sedang turun dari motor dan duduk di pesawahan tempat akan mengubur bayi yang sudah dibungkus dengan tas kresek merah Rabu (17/1/2018) lalu.

Abdullah yang curiga, lansung mendekati keduanya. Saat keduanya ditanya, jawabnya menguburkan kucing lalu keduanya kabur. Abdullah yang curiga, lansung menggali tanah bekas digalih oleh keduanya dengan peralatan cangkul dan cetok.

Abdullah kaget bukan kepalang saat beberapa kedukan menggali tanah, melihat kaki bayi. Sontak Abdullah lansung berteriak memberitahukan warga. Abdullah juga menjelaskan kepada petugas soal ciri-ciri pasangan yang dijumpahi tersebut fan akhirnya berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Taman dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo. (isa/kun)

Komentar

?>