Selasa, 11 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Akun FB Pengubur Bayi di Taman Mendadak Tidak Aktif

Sabtu, 20 Januari 2018 15:51:43 WIB
Reporter : M. Ismail
Akun FB Pengubur Bayi di Taman Mendadak Tidak Aktif

Sidoarjo (beritajatim.com) - Mungkin merasa malu dan jadi bahan cemoohan oleh sejumlah teman dan lainnya, akun Facebook Alex Kumaedi (22), tersangka pengubur bayi yang kepergok di Tawangsari Kecamatan Taman, Rabu (17/1/2018) lalu, sudah dinonaktifkan.

Belum diketahui secara jelas, siapa yang menonaktifkan atau menghapus akun Facebook yang tampilan layarnya pesuka main game tersebut. Apakah melalui tangan AK sendiri atau melalui orang lain.

Saat diamankan pasca dikeler ke kamar 12 lantai dua Penginapan Wahyu Jaya Medaeng, yang diduga tempat untuk minum obat-obatan tujuan aborsi saat itu, akun Facebook pemuda ganteng asal Pati Jawa Tengah itu masih aktif dan di halaman komentar beraneka macam cemoohan.

Di akun Facebook Alex, juga pernah ada semacam curhat Irene Evangelista Wiyung (20), pacar Alex asal Wiyung Surabaya yang menulis kata-kata di halaman komentar Alex, diajak ngomong rabi malah main game (diajak bicara soal perkawinan malah main game).

Alex dan Irene (20), ibu kandung bayi itu sejatinya mau melangsungkan pernikahan Maret mendatang. Tapi tidak tahu apa yang ada dalam benak keduanya hingga menggugurkan bayi tersebut.

Seperti komentar pemilik akun bernama Trya Delt yang seperti mengenal kedua pelaku. Trya merasa sedih keduanya tega membunuh bayi itu. Padahal kalian berdua bulan depan akan merid yang berarti menikah.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris mengatakan madih mendalami. Satu sisi, yang inisiatif menggugurkan bayi itu adalah Itere karena takut sama keluarganya hamil di luar nikah.

Dalam pemeriksaan Alex juga mengakui kalau  yang mempunyai inisiatif untuk menggugurkan bayi itu adalah dirinya (Alex red,).

"Keduanya juga pernah minum jamu saat usia kandungannya dua bulan untuk dugaan pengguguran, tapi tidak  berhasil. Masih terus kami dalami kasus ini," kata Harris kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, AK dan IE kepergok saksi Abdullah (48) petani Desa Gilang RT 24 RW 07  Kec Taman, sedang turun dari motor dan duduk di pesawahan tempat akan mengubur bayi yang sudah dibungkus dengan tas kresek merah.

Abdullah yang curiga, lansung mendekati keduanya. Saat keduanya ditanya, jawabnya menguburkan kucing lalu keduanya kabur. Abdullah yang curiga, lansung menggali tanah bekas digalih oleh keduanya dengan peralatan cangkul dan cetok.

Abdullah kaget bukan kepalang saat beberapa kedukan menggali tanah, melihat kaki bayi. Sontak Abdullah lansung berteriak memberitahukan warga. Abdullah juga menjelaskan kepada petugas soal ciri-ciri pasangan yang dijumpahi tersebut fan akhirnya berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Taman dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo. (isa/kun)

Komentar

?>