Selasa, 18 September 2018

Dibekuk Tim Saber Pungli, Kades Saptorenggo Jadi Tersangka

Jum'at, 12 Januari 2018 22:36:13 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Dibekuk Tim Saber Pungli, Kades Saptorenggo Jadi Tersangka

Malang (beritajatim.com) - Setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Satreskrim Polres Malang, Kepala Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Bambang Roni Hermawan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pungli akta tanah.

Bambang sempat berstatus wajib lapor dan saksi usai disergap Tim Saber Pungli Kabupaten Malang. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, Kades yang dikenal tajir di desanya ini, langsung dijebloskan ke dalam tahanan sejak Kamis (11/1/2018) malam kemarin.

Penetapan tersangka Kades Saptorenggo ini, setelah semua bukti terpenuhi. Ia terlibat dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli) akta pembagian dua bidang tanah waris di Dusun Bugis, Desa Saptorenggo dengan barang bukti uang sebesar Rp 16 juta.

Selain Bambang, penyidik lebih dulu menahan Kaur Umum Desa Saptorenggo, Muhammad Zaeni (50) pasca disergap Tim Saber Pungli pada 14 Desember 2017 lalu.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas Guspitu, dikonfirmasi terkait penahanan Kades Saptorenggo, hanya tersenyum. "Tanyakan langsung pada penyidiknya," kata Azi.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang, Kompol Decky Hermansyah ditanya penetapan tersangka kades Saptorenggo mengiyakan. "Iya mas," ujarnya singkat.

Terpisah, Kanit Tipidsus Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, juga membenarkan. Menurutnya, penetapan tersangka Bambang Roni Hermawan, karena dari hasil pengembangan pemeriksaan kasus Pungli tersebut, Kades Saptorenggo terlibat.

Alat bukti untuk menjadikannya sebagai tersangka sudah terpenuhi. "Sebelumnya memang hanya saksi. Tetapi hasil pengembangan perkara, karena terbukti maka langsung kami jadikan tersangka dan ditahan," tegas Sutiyo.

Tim Saber Pungli sebelumnya pada Kamis (14/12/2017) malam, melakukan operasi tangkap tangan (OTT), terhadap Muhamad Zaeni, Kaur Umum Desa Saptorenggo, Pakis. Saat ditangkap di rumahnya pukul tujuh malam, Kaur Umum ini baru saja menerima uang sebesar Rp 16 juta dari Sugeng, warga Dusun Bulurejo, Desa Saptorenggo, Pakis, yang mengurus akta.

Saat diinterogasi, Zaeni mengaku kalau uang tersebut akan diserahkan kepada Kades Saptorenggo, Bambang. Uang pungli berdalih akan dipakai biaya administrasi proses pembuatan akta pembagian dua bidang tanah waris.

Untuk memastikan kebenarannya, Zaeni lalu diminta petugas menghubungi Bambang. Hasil percakapan itu menyatakan bahwa Zaeni, memang disuruh oleh Bambang. Berdasarkan bukti percakapan, akhirnya pukul 20.40 WIB, Tim Saber Pungli bergerak menuju rumah Bambang di Jalan Bugis. [yog/suf]

Tag : pungli

Komentar

?>