Sabtu, 21 April 2018

Rawan Penyimpangan

Tim Saber Pungli 'Pelototi' Pengelolaan DD/ ADD di Sumenep

Rabu, 03 Januari 2018 15:24:21 WIB
Reporter : Temmy P.
Tim Saber Pungli 'Pelototi' Pengelolaan DD/ ADD di Sumenep
Ketua Tim Saber Pungli Sumenep, Komisaris Polisi SutarnoKetua Tim Saber Pungli Sumenep, Komisaris Polisi Sutarno

Sumenep (beritajatim.com) - Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Sumenep 'memelototi' pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). 

Dana miliaran rupiah itu disebut-sebut rawan penyimpangan. "Selama 2-3 bulan ini, kami melakukan pendampingan ke desa-desa, untuk pengelolaan DD dan ADD. Karena kami berharap tidak ada kepala desa yang tersandung hukum gara-gara DD dan ADD," kata Ketua Tim Saber Pungli Sumenep, Komisaris Polisi Sutarno, Rabu (03/1/2018).

Sutarno yang juga Wakapolres Sumenep tersebut menjelaskan, tahun 2017, pihaknya masih mengedepankan sosialisasi dan pembinaan terhadap kepala desa terkait pengelolaan DD dan ADD. Namun untuk 2018, Saber Pungli tidak akan segan melakukan tindakan tegas.

"Selain melakukan pendampingan, tahun ini kami juga melakukan penegakan. Bagi yang sengaja melakukan pelanggaran hukum, pasti kami tindak tegas," tandasnya.

Pada prinsipnya, lanjut Sutarno, dana yang dikucurkan langung dari pemerintah pusat ke desa itu harus terealisasi dengan baik, sesuai keperuntukannya. "Kami tidak menginginkan DD dan ADD itu direalisasikan secara asal-asalan. Misalnya digunakan untuk membangun fasilitas umum. Ternyata sudah hancur saat baru berumur beberapa bulan. Karena itu, kami melakukan pendampingan," ucapnya.

Tim saber pungli Sumenep pada 2017 pernah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) empat oknum petugas di Pelabuhan Kalianget. 

Barang bukti (BB) yang didapat dari OTT tersebut berupa uang tunai sebesar Rp 972 ribu, yang diduga didapatkan dari pungutan liar barang dan orang.

Namun kasus tersebut dinyatakan tidak memenuhi unsur, mengingat para tersangka bukan pejabat maupun pegawai negeri sipil. Selain itu  besaran nominal BB bersadarkan aturan Kejagung juga dinyatakan tidak memenuhi unsur karena terlalu kecil. (tem/ted)

Komentar

?>