Kamis, 26 April 2018

Rencana Dieksekusi, Pedagang Kedurus Melawan

Jum'at, 15 Desember 2017 14:37:23 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Rencana Dieksekusi, Pedagang Kedurus Melawan

Surabaya (beritajatim.com) - Rencana eksekusi lapak milik pedagang di Kedurus yang dilakukan Satpol PP bakal mendapat perlawanan. Sekitar 150 warga pemilik lapak yang mengklaim membayar sewa pada PT Agra Paripurna Surabaya ini akan menghadang proses eksekusi.

"Kami tidak akan melawan dengan fisik, namun kami meminta agar eksekusi ini ditunda sebab klien kami bukan pedagang liar," ujar Victor A Sinaga, kuasa hukum pedagang, Jumat (15/12/2107).

Victor menambahkan, pihaknya meminta agar permasalahan ini dibawa ke ranah hukum karena pemilik lahan di sepanjang jalan Kedurus ini tidak jelas. Untuk itu pihaknya melayangkan gugatan kasus ini ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan nomer gugatan 974/Pdt.G/2017.

Dalam gugatan disebutkan bahwa tergugat 1 (PT Agra Paripurna Surabaya yang mengklaim sebagai pemilik lahan) telah melakukan kesepakatan terkait sewa menyewa sejak tahun 2009 atas lahan kosong yang terletak di jalan Kedurus Dukuh dengan kompensasi Rp 500 ribu tiap tahun.

"Bahwa tergugat 1 menarik sewa tersebut melalui LKMK Kedurus (tergugat 3) sebesar Rp 500 ribu tiap tahun dengan bukti kwitansi," ujar Victor.

Victor menambahkan bahwa penggugat merasa dirugikan dengan adanya over lapping dengan pengerahan aparat untuk menertibkan bangunan milik penggugat pada 11 Nopember 2017 lalu yang dilakukan oleh para tergugat yang mana tindakan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum.

Menurut Victor dari fakta dan bukti hukum maka sudah jelas dan nyata bahwa perbuatan para tergugat telah memenuhi unsur perbuatan melawan hukum.

"Untuk itu kami meminta agar majelis hakim PN Surabaya menghukum para tergugat agar memberi ganti rugi pada para penggugat yakni kerugian matreiil sebesar Rp 7,5 milyar dan i matreiil sebesar Rp 15 milyar," pungkasnya. [uci/kun]

Tag : eksekusi pkl

Berita Terkait

    Komentar

    ?>