Jum'at, 19 Januari 2018

Giliran Penjual Kopi di Tanggulangin Tertangkap Edarkan Pil Koplo

Rabu, 13 Desember 2017 17:32:35 WIB
Reporter : M. Ismail
Giliran Penjual Kopi di Tanggulangin Tertangkap Edarkan Pil Koplo

Sidoarjo (beritajatim.com) - Pengembangan kasus tersangka SE (22), penjual bakso sambil ngecer pil koplo di Besuki Jabon oleh Polsek Tanggulangin, mendapatkan hasil.

M. Ari (22), penjual kopi di warkop Hens Dusun Kedunganten RT 02 RW 02 Desa Kalitengah Kecamatan Tanggulangin yang diduga merupakan jaringan, juga diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Tanggulangin.

Pria asal di Dusun Menyanggong RT. 27 RW 11 Desa Kletek Kecamatan Taman digelendang ke Mapolsek Tanggulangin dengan barang bukti berupa pil double L warna putih sebanyak 73 butir.

Kapolsek Tanggulangin,Kompol Sirdi menegaskan penangkapan tersangka Ari ini pengembangan dari pengedar pil koplo berinisial S.E pedagang bakso di  Besuki Kec. Jabon.

"Keduanya sama-sama mengedarkan pil koplo jenis dobel L. Keduanya mengaku tidak ada keterkaitan," katanya Rabu (13/12/2017).

Tersangka Ari ditangkap sekitar pukul 20.30 WIB Selasa (12/12/2017) malam.  Informasi masyarakat selain menjual kopi, penjual juga menyediakan pil koplo. "Setelah kami selidiki, ada transaksi, langsung kita lakukan penangkapan," tegasnya.

Dalam penggeledahan petugas, tambahnya, petugas menemukan pil double L warna putih sebanyak 73 butir yang disimpan pada bungkus rokok. "Bungkus rokok berisi kemasan pil koplo itu kamj sita dari saku kanan depan celana pendek milik pelaku," ungkap Sirdi.

Setelah digelandang dan dilakukan penggeledahan lanjutan di kos pelaku di Perum Puri Sampurno Blok AA-24 RT 01 RW 11 Desa Kalitengah Kecamatan Tanggulangin, petugas menyita barang bukti lainnya.

Barang bukti itu berupa sebungkus kertas rokok berisi 5 butir pil, 7 bungkus kertas rokok masing-masing berisi 10 butir dan tiga butir pil koplo serta uang tunai sebesar Rp 45 ribu. "Tersangka kami jerat pasal 196 Jo. 197 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan," tegas Sirdi.

M. Ari mengaku kepada penyidik, terpaksa menjual pil koplo karena gaji sebagai karyawan warung kopi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup kelurganya. "Sebungkus kertas grenjeng berisi 5 sampai 10 butir saya jual Rp15 ribu," akunya dengan menyesal. (isa/kun)

Komentar

?>