Senin, 18 Desember 2017

Cegah Laka di Jalur Black Spot, Satlantas Polres Mojokerto Gunakan Speed Gun

Kamis, 07 Desember 2017 16:52:23 WIB
Reporter : Misti P.
Cegah Laka di Jalur Black Spot, Satlantas Polres Mojokerto Gunakan Speed Gun

Mojokerto (beritajatim.com) - Bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Satlantas Polres Mojokerto melakukan survei jalur kesiapan pengamanan operasi natal dan tahun baru. Di jalur By Pass di Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Satlantas melakukan strategi terapi block spot.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Nopta Histaris Suzan mengatakan, do jalur By Pass Balongmojo menjadi jalur rawan kecelakaan. "Karena kendaraan berjalan dengan kecepatan tinggi sehingga kita lakukan strategi terapi black spot dengan aplikasi atau peralatan speed gun," ungkapnya, Kamis (7/12/2017).

Kasat menjelaskan, dengan speed gun bisa menembak kecepatan masing-masing kendaraan yang lewat. Kendaraan yang lewat dengan kecepatan atas 100 km/jam bisa langsung dilakukan penindakan. Akan ada anggota yang patroli di jalur block spot khususnya malam hari.

"Jadi usahakan, jika lewat jalur ini kecepatan kendaraan roda empat dibawah 80 km/jam dan kendaraan roda dua 60 km/jam. Itu merupakan kecepatan maksimal di By Pass, tidak boleh lebih dari ini. Sehingga saat menghadapi resiko bisa mengatasi resiko kecelakaan," katanya.

Menurutnya, faktor tingginya angka kecelakaan di jalur By Pass karena kecepatan tinggi serta prilaku masyaralar sekitar yang suka potong jalur dan potong arus. Untuk jalur berlubang di wilayah hukum Polres Mojokerto, lanjut Kasat, pihaknya sudah melakukan inventilisir.

"Titik-titik jalan berlubang tersebut sudah kita koordinasikan dengan PU baik jalan nasional, provinsi maupun kabupaten. Jalan berlubang, diupayakan agar ditambal agar tidak terjadi kecelakaan khususnya kendaraan roda dua karena yang paling rawan kendaraan roda dua. Yang kita antisipasi By Pass," pungkasnya.

Data angka kecelakaan di wilayah Polres Mojokerto mulai bulan September sampai November 2017, ada 206 kasus. Dengan korban meninggal sebanyak 33 orang, luka berat empat orang dan luka ringan 237 orang dan kerugian sebesar Rp153.900.000. Kendaraan yang terlibat, sepeda motor 326, mobil 39, truck 35 dan sepeda angin empat.[tin/kun]

Komentar

?>