Jum'at, 15 Desember 2017

Suami Merantau 14 Bulan, Istri Melahirkan, Bayinya Dibuang ke Sungai

Selasa, 05 Desember 2017 20:14:50 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Suami Merantau 14 Bulan, Istri Melahirkan, Bayinya Dibuang ke Sungai

Bojonegoro (beritajatim.com) - Seorang ibu mengaku tega membuang bayinya sendiri karena hasil dari perselingkuhan saat suaminya sedang merantau. Selama kurang lebih 14 bulan, suaminya bekerja di Malaysia.

Dari hubungan gelap tersebut ternyata tersangka, berinisial TW (25) telah hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan. Tanpa bantuan siapapun wanita asal Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro itu melahirkan dan langsung dibuang di tepian sungai.

Jasad bayi tersebut kemudian ditemukan oleh seorang petani yang hendak ke sawah pada Sabtu (2/12/2017) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu saksi melihat musang yang datang menghampiri jasad bayi yang tergeletak di bawah pohon bambu diantara daun kering.

Akhirnya gempar dan dilaporkan kepada petugas. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas menangkap pelaku yang sudah berada di rumah suaminya, di Desa Tambakboyo, Kabupaten Tuban.

Tersangka, TW mengaku membuang bayi tersebut karena takut ketahuan oleh suaminya. Suaminya pulang dari Malaysia pada bulan Oktober 2017. Saat itu, dia sedang hamil tua. Kandungannya berusia sembilan bulan. Selama dua bulan tersebu, dia juga menyembunyikan kehamilannya dari suami.

"Saya pakai pakaian yang besar agar tidak ketahuan suami yang baru pulang. Suami saya juga pulang ke rumahnya (Tuban)," jelasnya, Selasa (5/12/2017).

Dari hasil pernikahan dengan suaminya itu, TW mengaku sudah memiliki dua orang anak perempuan. Anak yang pertama sudah berada di bangku sekolah dasar kelas IV, sedangkan anak keduanya baru kelas I sekolah dasar.

Sedangkan dengan selingkuhannya itu, TW mengaku kenal dari warung. Dia baru menjalani hubungan kurang lebih dua bulan dan hamil. "Inisiatif saya sendiri untuk membuang bayi itu," jelasnya.

Sementara Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, dari kejadian tersebut, pihaknya menetapkan TW sebagai tersangka. TW ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan menghilangkan nyawa anak di bawah umur.

Dia dikenakan Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun, dan maksimal 15 tahun penjara dengan denda Rp3 miliar.

"Tersangka ditangkap saat bersama anak dan suaminya ketika di rumah paman suaminya, di Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban," jelas Kapolres. [lus/but]

Tag : bayi dibuang

Komentar

?>