Senin, 18 Desember 2017

Inilah Kisah Pelarian dr Bagoes di Singapura dan Malaysia

Rabu, 29 Nopember 2017 21:43:57 WIB
Reporter : Nyuciek Asih
Inilah Kisah Pelarian dr Bagoes di Singapura dan Malaysia

Surabaya (beritajatim.com) - Meski berstatus buron, kondisi itu tidak membuat
Dokter Bagoes Soetjipto Soelyoadikoesoemo berdiam diri. Dia tetap menjalani hari-harinya seperti orang pada umumnya. Buktinya, pria berkaca mata ini mengaku bekerja di rumah sakit dan mengajar sebagai Dosen di Johor Baru Malaysia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Aspidsus Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi. Mantan Kajari Surabaya ini menyatakan, selain mengajar di sebuah Universitas, Bagoes juga bekerja di RS sebagai ahli jantung.

"Selama di Malaysia, terpidana berada di Johor Baru. Disana dia mengajar sebagai dosen dan bekerja sebagai dokter ahli jantung di rumah sakit," terang Didik.

Didik menambahkan, dr Bagoes yang divonis masing-masih 7 tahun di empat Kejari (Sidoarjo, Mojokerto, Tuban, Tanjung Perak) yang menangani, diketahui berangkat dari Cepu, Jawa Tengah.

"Dari Cepu, dia (dr Bagoes) ke Semarang yang kemudian terbang ke Singapura melalui Batam," tambah Didik.

Sebagai dokter spesialis jantung, Didik menyatakan dr Bagoes sempat melamar di rumah sakit. "Tapi tidak diterima, karena ijasahnya (lulusan universitas di Indonesia) tidak diakui," papar Didik.

Tidak mendapat kesempatan bekerja di rumah sakit Singapura, dr Bagoes pergi dan menetap di Johor Malaysia setelah mendapat pekerjaan. "Di Malaysia dia bekerja sebagai dokter dan mengajar sebagai dosen," pungkasnya. [uci/but]

Komentar

?>