Jum'at, 15 Desember 2017

Gelapkan Dana Koperasi, Mulyaningrum Dituntut 3 Tahun Penjara

Rabu, 22 Nopember 2017 17:14:23 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Gelapkan Dana Koperasi, Mulyaningrum Dituntut 3 Tahun Penjara

Kediri (beritajatim.com) - Persidangan kasus dugaan penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) bBina Usaha Makmur, Kantor Kas Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri dengan terdakwa Mulyaningrum (47) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) setempat. Sidang kali ini memasuki agenda tuntutan terhadap perempuan dari Jalan Penanggungan, Kelurahan Lirboyo, Kota Kediri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syaecha Dia membacakan tuntutannya di ruang sidang Cakra PN Kabupaten Kediri. JPU memaparkan, berdasarkan bukti dan fakta-fakta di persidangan terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur di dalam pasal 378 jo pasal 64 ayat (1) KUHP serta menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun.

Seusai sidang JPU langsung ngacir dan tidak bersedia memberikan konfirmasi. Sementara itu menanggapi tuntutan itu, Susanto Hartanto, SH, selaku penasehat hukum terdakwa menyatakan keberatan, karena merasa kliennya tidak bersalah. Pihaknya akan mengajukan pembelaan, pada sidang berikutnya.

"Klien kami tidak bersalah. Apa yang didakwakan JPU tidak berdasar. Untuk itu kami keberatan dengan tuntutan JPU, dan kita mengajukan pledoi," ungkap Susanto Hartono sambil berjalan keluar ruang persidangan.

Meskipun terancam hukuman penjara, tetapi terdakwa Mulyaningrum selama ini tetap bebas, karena tidak dilakukan penahanan. Statusnya sebagai tahanan kota diberikan PN Kabupaten Kediri melalui penetapan dari permohonan terdakwa.

Humas PN Kabupaten Kediri Agustinus Budi menjelaskan, majelis hakim mengabulkan permohonan terdakwa tentang peralihan status menjadi tahanan kota karena alasan depresi. Selain itu, terdakwa tidak memungkinkan diangkut bersama tahanan lain dalam satu mobil tahanan karena persidangannya memakan waktu lama.

"Alasan dari peralihan status tahanan terdakwa karena depresi. Tetapi untuk taraf depresinya, kami belum tahu, nanti akan kami tanyakan kepada majelis hakim. Selain itu, terdakwa tidak bisa dibawa bersama tahanan lainnya dalam satu mobil karena saksinya banyak, dan persidangannya membutuhkan waktu lama," ungkap Agustinus.

Mulyaningrum diadili karena dugaan penggelapan dana KSP Bina Usaha Makmur Kantor Kecamatan Kras. Terdakwa sebagai marketing menilap anggaran KSP yang diketahui melalui hasil audit internal perusahaan, kurang lebih Rp 200 juta. Modus operandinya terdakwa memasukkan nasabah fiktif melalui pencatutan nama 14 orang, sehingga terjadi kredit macet. (nng/kun)

Berita Terkait

    Komentar

    ?>