Senin, 18 Desember 2017

Parliament Watch: Pertahankan Setnov, Golkar Sandera DPR

Rabu, 22 Nopember 2017 15:23:30 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Parliament Watch: Pertahankan Setnov, Golkar Sandera DPR
Setya Novanto Ketua DPR

Surabaya (beritajatim.com) - Hasil rapat pleno Partai Golkar menetapkan bahwa Ketua DPR RI masih dijabat Setyo Novanto.

Ketua Parliament Watch Jatim Umar Sholahuddin menyatakan dengan keputusan itu secara otomatis Partai Golkar menyandera kepentingan DPR.

"Ini bisa menjadi preseden buruk karena Setnov saat ini tersangka dan ditahan KPK. Lembaga DPR adalah lembaga tinggi di negeri ini. Ini jelas akan menimbulkan ketidakpercayaan rakyat, karena institusi ini dipimpin oleh seorang tersangka," kata Umar kepada wartawan, Rabu (22/11/2017).

Bahkan, menurut Dosen Unmuh Surabaya ini, bisa jadi akan memperburuk citra parlemen Indonesia di mata dunia. Sudah banyak media-media internasional yang menyorot bahwa parlemen di Indonesia dipimpin oleh seorang tersangka.

Umar juga menyebut, memang posisi ketua DPR RI adalah jatahnya Partai Golkar. Namun, dengan kondisi seperti ini tentunya harus berniat untuk memperbaiki citra DPR. Ada dua cara yang bisa dilakukan dari faktor internal DPR.

Pertama, Setyo Novanto dengan gentlement mengundurkan diri dari posisi Ketua DPR RI. Karena saat ini yang bersangkutan sedang menjalani proses hukum. "Nah, ketika Setnov bersedia mengundurkan diri maka dengan mudah partai Golkar menunjuk penggantinya. Sebagaimana beberapa waktu lalu perpindahan dari Setnov ke Ade Komarudin dan kembali ke Setnov lagi," jelasnya.

Kemudian dari internal DPR secara kelembagaan melalui mekanisme Badan Kehormatan memproses Setyo Novanto dengan tujuan menjaga marwah DPR. DPR harus menggelar rapat di tengah ketuanya yang terbelit proses hukum. Tentunya ini adalah sikap politik untuk menyelamatkan marwah lembaga.

"Dari mekanisme badan kehormatan ini kemudian melalui rapat paripurna. Namun tetap dikembalikan ke Golkar karena memang Ketua DPR RI adalah jatah dari partai Golkar," pungkasnya. (tok/ted)

Komentar

?>