Senin, 18 Desember 2017

19 Kali Aksi, Komplotan Bajing Loncat Digulung

Minggu, 19 Nopember 2017 11:25:58 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
19 Kali Aksi, Komplotan Bajing Loncat Digulung
Komplotan bajing loncat di Kediri diringkus polisi. [Foto: nanang/bj.com]

Kediri (beritajatim.com)-- Petualangan Santoso, warga Desa Nanggungan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri dan Sumartono asal Desa Tanjung Kalang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk akhirnya berakhir. Kedua bajing loncat ini berhasil digulung Satuan Reskrim Polres Kediri.

Sedikitnya ada 19 kali aksi kejahatan sudah dilakoni kedua tersangka. Di mana, 15 diantaranya berlangsung di wilayah Kabupaten Kediri, dua lainnya di Kota Kediri dan dua kejadian di Kabupaten Tulungagung. Kini kedua tersangka harus merasakan pengapnya hotel prodeo di Mapolres Kediri.

Komplotan penjahat yang satu ini terbilang sadis. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya menggunakan helm ataupun obeng. Para korban adalah sopir truk asal luar kota yang melintasi Karesidenan Kediri. Mereka mengetahui asal-usul sopir dari plat nomor polisi kendaraan. Perampok ini hanya menyasar para sopir yang berkendara sendirian.

Seperti dalam aksi terakhirnya, 2 November 2017 lalu. Pelaku melihat Suryadi mengendarai truk seorang diri. Sopir asal Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali itu disanggong di Jalan Raya Dusun Rejowinangun, Desa Minggiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, pukul 10.00 WIB.

Kedua pelaku berbagi tugas. Satu pelaku di atas sepeda motor menghentikan korban dari sebelah kanan. Pelaku berpura-pura bertanya. Di saat kendaraan berhenti, pelaku lainnya naik dari sebelah kiri. Setelah itu, kendaraan melaju kembali.

Saat di perjalanan, pelaku masuk ke kabin dengan cara merusak kaca di belakang sopir. Pelaku kemudian merampas barang korban dengan cara mengancam dan menganiaya. Biasanya, barang yang digasak antara lain dompet berisi uang, surat-surat kendaraan dan juga telepon genggam.

Setelah berhasil memperdayai korban, pelaku turun dan dijemput pelaku lainnya. Lantas, barang hasil perampokan dibagi berdua. Biasanya setiap kali aksi, mereka mampu meraup uang antara Rp 700 hingga 1 juta. Uang dari kejahatan ini dibagi berdua untuk kebutuhan makan dan bersenang-senang.

Kapolres Kediri AKBP Sumaryono mengatakan, pelaku perampokan dengan modus bajing loncat ini berkomplot. Ada kemungkinan mereka juga berjaringan dengan komplotan lain. Untuk itu, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut.

“Kami masih mengembangkan kasus ini. Sebab, dimungkinkan mereka juga beraksi di daerah lain dan berkomplot dengan jaringan lainnya. Kini, mereka masih menjalani pemeriksaan secara terus-menerus,” kata AKBP Sumaryono, Minggu (119/11/2017).

Diakui tersangka, aksi kejahatan yang dilakoninya atas dasar kebutuhan hidup. Mereka tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga terjun di dunia kriminal dengan menjadi bajing loncat.

“Uangnya kita pakai untuk makan dan bersenang-senang,” aku Santoso, salah satu tersangka.

Kedua tersangka harus meringkuk di dalam jeruji penjara Polres Kediri. Polisi menjerat tersangka dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pencurian disertai kekerasan. Tersangka terancam hukuman penjara selama 9 tahun. [air/nng]

Komentar

?>