Senin, 18 Desember 2017

Punya Istri Kejam, Suami Pilih Ngutil Agar Dipenjara Polisi

Sabtu, 18 Nopember 2017 08:10:13 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Punya Istri Kejam, Suami Pilih Ngutil Agar Dipenjara Polisi

Kediri (beritajatim.com) - Sekeluarga asal Ibu Kota Jakarta diamankan pihak kepolisian setelah diketahui mencuri pakaian di Kediri Town Square. Mereka Agung Prabowo, warga Grogol Utara, Jakarta Selatan, istri serta putrinya yang masih balita.

Penangkapan pria berusia 31 tahun ini bermula dari laporan manajemen Hypermart Kediri yang mengetahui aksi pelaku melalui rekaman kamera CCTV. Ketiganya sempat dikejar petugas keamanan pusat perbelanjaan di Jalan Diponegoro, Kota Kediri itu karena sempat kabur.

Dalam pengakuannya, Agung berkelit sengaja melakukan pencurian agar ditangkap polisi dan masuk penjara. Dia beralasan ingin menghindar dari isterinya. Sebab, selama hidup berumah tangga, pelaku mengaku, kerap dianiaya.

"Rumah tangga saya kacau balau. Saya ingin isteri bisa sadar. Saya sengaja membawa tas ke dalam Hypermart agar tertangkap," ucap Agung sembari memperlihatkan bekas luka di bagian perutnya dengan cara membuka baju.

Agung mengaku, sengaja memilih pusat perbelanjaan dalam menjalankan aksinya, dengan maksud apabila tertangkap tidak digebuki oleh orang banyak. "Kalau gue maling motor, risikonya digebuki orang. Akhirnya saya pilih hypermart saja," imbuhnya.

Masih kata Agung, aksinya dilakukan atas inisiatifnya sendiri, tanpa campur tangan sang istri. Dia merasa kalut dan pernah pergi dari rumah selama tiga bulan. Tetapi akhirnya bertemu kembali dengan sang isteri.

Pengakuan Agung tidak langsung dipercayai oleh petugas. Apalagi, dalam hasil pemantauan pihak manajemen Hypermart, pelaku sudah beraksi sebanyak lima kali dari lokasi dan daerah yang berbeda. Supermarket yang pernah disatroni antara lain di Semarang, Surabaya, Malang, Batu dan terakhir Hypermart Kediri.

"Pengungkapkan kasus pencurian ini berawal dari laporan pihak manajemen Hypermart Kediri jika disana terjadi pencurian. Anggota kemudian berhasil mengamankan tersangka," ujar Kapolsek Kota Kompol Sucipto, Minggu (18/11/2017).

Dijelaskan mantan KBO Reskrim Polres Kediri dan Kapolsek Pesantren ini, modus operandi pelaku dengan cara berpura-pura sebagai pembeli hypermart. Pelaku datang bersama istri dan anaknya.

Setelah melihat petugas keamanan lengan, lalu pelaku mengambil baju dan sandal kemudian dimasukkan ke dalam jaket. Tetapi setelah merasa diketahui, akhirnya pelaku memasukkan hasil curiannya ke dalam tempat sampah.

Pihak manajemen hypermart kemudian melakukan pemeriksaan. ternyata hasil benar, melihat barang yang berhasil diambil pelaku. Tetapi saat hendak dilakukan penangkapan, pelaku langsung kabur.

Polisi yang menangkap pelaku lantas menggeledahnya. Ternyata di sepeda motor pelaku ditemukan, lima unit smart phone, tiga unit laptop. Semua barang itu diperoleh pelaku dari serangkaian aksinya. Pihak managemen hypermart mengkalkulasi nilainya mencapai Rp 80 jta.

Pelaku mengakui, aksinya dilakukan selama perjalanan dari Jakarta menuju ke obyek wisata Gunung Bromo. Mereka sengaja berkelana bersama keluarga dengan mengendarai sepeda motor. Meskipun suaminya mengakui perbuatannya, tetapi sang istri bersikukuh membantah.

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kota. Dia akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Namun demikian, menurut Kapolsek Kota, pelaku akan dilimpahkan ke Polres Malang, karena locus kejadian awal disana. Sementara di Kota Kediri, taksir kerugian dari barang yang diambil dibawah Rp 200 ribu. [nng/but]

Tag : pencurian

Komentar

?>