Sabtu, 18 Nopember 2017

Mantan Calon Wawali Kediri Tertipu Investasi Bodong Rp 7 M

Jum'at, 03 Nopember 2017 18:34:25 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Mantan Calon Wawali Kediri Tertipu Investasi Bodong Rp 7 M

Kediri (beritajatim.com)--Seorang pengusaha di Kota Kediri menjadi korban penipuan investasi Bodong PT Brent Securities dan PT Brent Ventura Jakarta. Korban mengalami kerugian materi hingga Rp 7 miliar. Kasusnya ditengani Polresta Kediri.

Korban penipuan investasi bodong ini bernama Hartono, pengusaha ban asal Kota Kediri. Dia calon wakil walikota Kediri yang diusung PDI Perjuangan pada Pemilukada Kota Kediri tahun 2014 lalu.

Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Ridwan Sahara mengatakan, kasus penipuan yang dialami korban terjadi pada 2014 lalu. Pihaknya telah menetapkan Yandi Suratna Gondoprawiro sebagai tersangka. Bahkan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) telah rampung dan dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Kediri.

"Kami belum dapat melakukan pelimpahan tahap dua karena tersangka berada di Jakarta. Tersangka sedang menjalani masa penahanan di Lapas Tanjung Kusta Jakarta. Harapan kami bisa dipindahkan ke Lapas Kelas 2A Kediri supaya kami bisa melaksanakan pelimpahan tahap dua bersama tersangka agar segera disidangkan," beber AKP Ridwan Sahara, Jumat (3/11/2017).

Mantan Kasat Narkoba Polresta Kediri dan Kapolsek Ngadiluwih ini menjelaskan, modus penipuan ini adalah korban menginvestasikan uangnya ke perusahaan tersebut dalam jangka waktu tertentu. Korban kemudian diberikan surat pengakuan hutang jangka menengan atau Medium Term Noties (MTN), yaitu bukti bahwa korban sudah menjadi nasabah.

Bunga dan jangka waktu investasi tercantum dalam surat tersebut. Kemudian pada saat jatuh tempo, ketika uang hendak dicairkan, oleh perusahaan tidak dibayar. Kemudian dilakukan penagihan selama beberapa kali. Namun perusahaan malah memberi dua lembar cek.

"Tersangka diberikan dua lembar cek. Tetapi sewaktu dicairkan tidak ada dananya. Akhirnya korban melakukan pelaporan. Dan penipuan ini tidak hanya dialami korban, melainkan banyak orang," jelas Sahara.

Total kerugian materi yang dialami korban sebesar Rp 7 miliar. Uang tersebut adalah pokok dan bunga yang mestinya dibayar oleh perusahaan investasi bodong tersebut. Sebagaimana janji perusahaan akan memberikan keuntungan sebesar 4,5 persen dalam waktu satu tahun.

Sekadar diketahui, Brent Sucurities adalah perusahaan yang didirikan 1991 dan bergerak di bidang investasi. Awalnya perusahaan bernama PT PDFCI Securities sesuai dengan pemiliknya waktu itu Bank (Private Development Finance Corporation Indonesia).

Nama Brant Securities baru dipakai di tahun 2003. Kegiatan usahanya mulai dari menyediakan layanan pedagang perantara efek, penjamin emisi efek, penasehat keuangan dan pengelolaan investasi terpadu. [air/nng]

Tag : penipuan

Komentar

?>