Selasa, 21 Nopember 2017

Makelar Kerja Juga Tipu Istri dan Mertua, Begini Ceritanya

Rabu, 18 Oktober 2017 16:03:47 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Makelar Kerja Juga Tipu Istri dan Mertua, Begini Ceritanya

Ponorogo (beritajatim.com) - Tak hanya menipu empat pencari kerja, ES (30) warga Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, juga tega menipu keluarganya sendiri.

Tak main-main, korban tipu-tipunya istri ketiga dan mertuanya sendiri. ES pun tak merasa bersalah saat dimintai keterangan. Raut wajahnya pun terlihat tenang.

"Iya saya memang menipu empat korban yang mencari kerja. Masing-masing harus menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta. Selain itu saya juga menipu istri ketiga dan mertua saya," kata ES di ruang penyidikan, Rabu (18/10/2017).

Dia mengaku, telah menipu istri dan mertuanya sebesar Rp 20 juta. Puluhan juta tersebut digunakan untuk bersenang-senang seperti karaoke. Dan juga menutupi hutangnya.

Tak hanya itu, ES mengaku, jika istri ketiganya tersebut sebelumnya juga korban yang dijanjikan kerja di koperasi.  Setelah itu, diajak jalan-jalan. Sampai akhirnya hamil.

"Karena sudah terlanjur itu, baru menikahi. Dan kembali menggaet mertua untuk mengucurkan dana lagi," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Mencari kerja makin susah rupanya dimanfaatkan oleh ES (30) warga Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. ES menjaring beberapa korban melalui facebook. Dengan mengiming-imngi gaji besar.

Ada empat orang yang resmi melaporkan ES ke Sat Reskrim Polres Ponorogo. Salah satunya, Dika Pipit Novita (20) warga Desa Tulung, Kecamatan Sampung.

Dia menceritakan, awalnya mendapat informasi lowongan kerja dari media sosial (medsos). Dan ditawari sebagai admin di salah satu koperasi dengan gaji Rp 5 juta.

"Awalnya memang dari medsos. Siapa tidak tergiur mbak. Gaji Rp 5 juta e banyak itu apalagi di Ponorogo," katanya kepada beritajatim.com, Rabu (18/10/2017) pagi.

Namun, lanjut dia, harus menyerahkan jaminan sebesar Rp 5 juta. Dia mengaku telah menyerahkan jaminan berupa BPKB Motor Vario.

Selain itu, dia mengaku penipuannya tidak sampai disitu saja. Karena pelaku juga meminta uang ratusan untuk mengurus bpjs ketenagakerjaan dan bpjs kesehatan.

"Ditambah saya suruh mencari teman. Dan teman saya juga sudah menyerahkan uang Rp 5 juta. Totalnya yang melaporkan ada empat orang," katanya.

Dia mengaku, sadar setelah menanyakan ke kantor koperasi yang dimaksud. Karena tidak ada nama pelaku berstatus sebagai karyawan. (mit/kun)

Berita Terkait

    Komentar

    ?>