Selasa, 21 Nopember 2017

Tak Dapat Uang Sebagai Mucikari, Asal Dapat Seks Gratis

Selasa, 17 Oktober 2017 19:10:45 WIB
Reporter : Ragil Priyonggo
Tak Dapat Uang Sebagai Mucikari, Asal Dapat Seks Gratis

Surabaya(beritajatim.com) - Amat Mulyanto (26) nekat jadi mucikari  bukan untuk mendapatkan pembagian hasil dari memperdagangkan wanita untuk laki hidung belang.

Namun pria yang tinggal di Jalan Medayu Utara XXX C / 16 D Surabaya jadi mucikari ingin mendapatkan seks gratis dari korbanya yakni RR (46) warga Gubeng atas jasa layanan threesome kepada pria hidung belang.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Komisaris Polisi (Kompol) I Gede Dewa Juliana menjelaskan kasus protitusi yang dijalankan oleh Mulyanto terbongkar setelah anggota Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkapnya pada Senin (10/10).

Penangkapan Mulyanto berawal dari kejelian tim PPA dalam mengawasi sejumlah grup medsos yang sering menawarkan wanita siap booking.

"Kebetulan salah satu yang memposting di salah satu grup medsos tersebut, tersangka Mulyanto kedapatan menawarkan seorang wanita yang siap diajak kencan," ungkap Kompol Juliana, Selasa (17/10/2017).

Juliana menjelaskan dalam postingan tersebut, Mulyanto memasang foto korban, tarif sekali kencan dan mencantumkan nomor HP miliknya.
Tujuannya, jika ada pelanggan yang berminat bisa langsung membooking dari sana.

Selain itu, tersangka juga mencantumkan beberapa layanan yang bisa diberikan. Diantaranya layanan seks biasa dan juga threesome.

"Tarifnya untuk jasa tersebut Rp 300 ribu," imbuhnya.

Juliana menjelaskan postingan Mulyanto lantas dijadikan sebagai bahan penyelidikan polisi. Hasilnya,  polisi mengetahui jika ada seorang pelanggan yang hendak memakai jasa Mulyanto.

Informasinya acara kencan korban dengan pelanggan akan dilakukan di Hotel Maumu di Jalan Walikota Mustajab.

"Atas informasi itu, pihak kami langsung menuju ke hotel tersebut dan melakukan penggerebekan. Setelah berkoordinasi dengan manajemen hotel, kami mendapati jika korban berada di kamar nomor 510," jelasnya.

Meski sudah berada di depan pintu kamar, namun polisi tak bisa langsung masuk. Mereka harus menyamar sebagai OB agar korban atau pelanggan membukakan pintu. Setelah mengetuk beberapa kali, akhirnya pelanggan membukakan pintu.
Polisipun segera merangsek masuk kamar dan mendapati saat korban dan pelanggan dalam kondisi telanjang.

"Tidak hanya pelanggan dan korban, kami juga mendapati tersangka berada di ranjang dengan korban. Setelah kami  periksa ternyata selain menjajakan korban, tersangka juga ikut melayani tamu yang menginginkan layanan threesome," tuturnya.

Sementara Mulyanto, menjelaskan kalau dirinya rela tak dibayar karena bisa ikut andil dalam berhubungan badan ketika korban dalam sedang melayani jasa threesome.

"Hal itu saya lakukan demi fantasi seks yang berbeda," tandasnya.[gil/ted]

Komentar

?>