Sabtu, 18 Nopember 2017

Balap Liar Jenggolo Diobrak, 200 Orang Ditangkap

Minggu, 15 Oktober 2017 06:55:07 WIB
Reporter : M. Ismail
Balap Liar Jenggolo Diobrak, 200 Orang Ditangkap

Sidoarjo (beritajatim.com) - Jajaran Satlantas dan Sabhara Polresta Sidoarjo melakukan razia 'Kuda Liar' di jalan raya Jenggolo, Sidoarjo, Minggu (15/10/2017) dini hari. Ratusan penonton, pendukung dan peserta balap liar lari terbirit-birit sambil melajukan motornya saat melihat kedatangan puluhan petugas tersebut.

Sebanyak 200 lebih pelanggar yang terjaring tak bisa melarikan diri. Dua diantara 2 diantaranya perempuan dan 1 terduga membawa Narkoba. Keberadaan balap liar sudah banyak meresahkan pengguna jalan khususnya arah Surabaya.

Aktifitas ini sepertinya membuat petugas geram dan mengatur strategi dalam melakukan razia. Mereka melakukan pengepungan sehingga banyak yang terjaring. Pelanggar lalin yang terjaring ini diarahkan kumpul di Mapolresta Sidoarjo sambil mendorong motor yang mesinnya dimatikan.

Kasat Sabhara Polresta Sidoarjo, Kompol Deddy Iskandar mengatakan, razia ini dilakukan karena keberadaan aktifitas para pemuda ini meresahkan pengguna jalan dan warga sekitar.

Banyak laporan masuk kalau jalan raya Jenggolo sampai arah Surabaya dan Sidoarjo dijadikan ajang balap liar. "Razia kali ini dilakukan Anggota Satlantas dan Sabhara Polresta Sidoarjo. Sebanyak 200 lebih pelanggar kami amankan," kata Deddy.

Ditambajkan Deddy, razia 'Kuda Liar' yang dimulai sejak pukul 01.00 WIB dini hari keatas, targetnya adalah pembalap liar yang kendaraannya jauh dari kata Safety Riding dan tidak ada kelengkapan surat-surat sah kendaraan. "Keberedaa  mereka membahayakan pengguna jalan lain dan tentunya juga diri sendiri," imbuhnya.

Di Mapolresta Sidoarjo, dilakukan pendataan untuk kepentingan penindakan lebih lanjut. Pihaknya mengaku akan memanggil orang tua masing-masing pelanggar apabila yang pelanggar masih di bawah umur. Saat diarahkan untuk kumpul ke Mapolresta Sidoarjo, ratusan pelanggar diberikan efek jera dengan mendorong kendaraannya masing-masing menuju Mapolresta Sidoarjo yang sejarak sekitar 2 kilometer.

Dari data anggota Satlantas dan Sabhara, para pelanggar tak hanya dari Kota Sidoarjo saja. Melainkan juga ada yang beralamat Surabaya, Pasuruan, Jember, Ponorogo, Gresik, Mojokerto, Malang dan  Ngawi.
"Dari ratusan pelanggar yang terjaring, dua diantara perempuan. Saat ini kami masih melakukan pendataan," tambah Perwira Polisi dengan satu melati di pundaknya tersebut.

Untuk seorang perempuan, lanjut Kompol Deddy, yang diduga membawa Narkoba sudah diserahkan ke unit Sat Narkoba Polresta Sidoarjo untuk dilakukan proses lebih lanjut. "Razia ini akan intensifkan kami lakukan setiap melihat ada balap liar," pungkas Deddy. [isa/suf]

Komentar

?>