Selasa, 24 Oktober 2017

Usai Curi Burung Love Bird Ngopi di Warkop, Ketahuan Pemilik Langsung Dihajar

Selasa, 10 Oktober 2017 15:13:46 WIB
Reporter : M. Ismail
Usai Curi Burung Love Bird Ngopi di Warkop, Ketahuan Pemilik Langsung Dihajar

Sidoarjo (beritajatim.com) - Sial bin apes banget nasib Agus Firmansyah (38) warga Jl Kenanga16 Desa Ngingas Kecamatan Waru.

Sudah berhasil mencuri dua burung jenis love bird biru dan hijau milik Hariyono (55) warga Dusun Losari Desa Kletek Kecamatan Taman, tapi kepergok anak korban saat pelaku asyik minum kopi di warung.

Ceritanya, dini hari tadi menjelang subuh, di warung kopi berjarak sekitar 200 meter dari rumah korban, putra korban (Hariyono red,) keluar rumah mencari kopi.

Saat baru duduk di warung mau pesan kopi, melihat dan mencurigai pelaku disampingnya ada sangkar dan dua burung yang diduga milik orang tuanya.

Anak korban itu langsung menanyakan kepemilikan burung tersebut. "Burung siapa itu pak?" Tanya putra korban yang meyakini sangkar dan burung itu milik orang tuanya. Oleh pelaku lansung dijawab, "Sangkar dan dua burung ini punya saya mas" jawab pelaku santai.

Merasa tak percaya, putra korban itu lansung pulang sambil lari dan mengecek sangkar dan burung orang tuanya di teras rumah.

Ternyata sangkar dan burung milik ayahnya itu tidak ada di tempat, pelaku balik ke warung dan pelaku masih asyik santai menikmati kopinya di warung tersebut.

Disitu terjadi cekcok antara anak korban dan pelaku. Warga yang mengetahui kalau burung itu hasil curian, lansung ikut menginterogasi pelaku dan pelaku dihajar sampai babak belur.

Beruntung saat pelaku menjadi korban sasaran bogem warga, ada petugas Unit Polsek Taman yang mengetahuinya dan pelaku lansung di evakuasi ke Mapolsek Taman.

"Syukur nyawa pelaku terselamatkan saat ada anggota saya dan lansung pelaku diamankan," kata Kapolsek Taman Kompol Sudjut Selasa (10/10/2017).

Dia menambahkan, aksi pencurian itu diketahui oleh anak korban yang kebetulan memergoki saat duduk bareng di warung. Saat terjadinya aksi pencurian dengan pemberatan itu, korban sedang tidur dan tidak mengetahui ada pencuri masuk lompat pagar rumah.

"Saat pelaku masuk ke rumah, Hariyono dan keluarganya yang ada di dalam rumah, tidak mengetahui ada pencuri masuk teras depan," tukasnya.

Di depan penyidik, pelaku yang akan dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP itu mengakui perbuatannya. Alasan bapak empat anak itu mencuri karena untuk menghidupi keluarganya. "Pekerjaan saya sebagai tukang pengrajin sandal, sekarang lagi sepi," aku pelaku ditirukan Sudjut. (isa/ted)

Komentar

?>