Senin, 11 Desember 2017

KPK Gandeng FBI untuk Jerat Setya Novanto

Kamis, 05 Oktober 2017 17:15:38 WIB
Reporter : -
KPK Gandeng FBI untuk Jerat Setya Novanto

Jakarta (beritajatim.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menggunakan fakta persidangan di Amerika soal kasus e-KTP. Ini terungkap dalam gugatan yang diajukan pemerintah federal Minesotta ke Johannes Marliem.

Agen khusus FBI, Jonathan Holden menyampaikan Johannes Marliem, saksi korupsi e-KTP pernah memberikan jam tangan Rp1,8 miliar ke Ketua Parlemen Indonesia.

"Apa yang terungkap tersebut tentu kami akan dalami lebih lanjut, kami akan kembali berkoordinasi dengan FBI terkait dengan bukti-bukti yang sudah didapatkan di sana karena di sana ada tuntutan hukum terkait dengan sejumlah kekayaan yang diduga berasal dari kejahatan atau yang diduga ada kejahatan lintas negara di sana tentu kami akan koordinasi lebih lanjut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (5/10/2017) di KPK.

Adanya bukti-bukti tersebut, menurut Febri makin menguatkan bahwa bukti-bukti yang ada terkait dengan indikasi korupsi e-KTP ini sangat kuat meskipun bukti-bukti yang diajukan tersebut, seperti dalam praperadilan kemarin secara formil tidak dipandang sebagai alat bukti dalam penyidikan terhadap Setya Novanto.

"Kami juga akan proses pihak lain dan terus kerja sama dengan FBI. itu menjadi salah satu faktor yang semakin memperkuat penanganan kasus e-KTP yang kami lakukan," ungkapnya.

Pemerintah Minesotta juga berniat menyita aset Johannes Marliem sebesar USD 12 juta karena diduga itu didapatkan melalui skandal yang melibatkan pemerintah Indonesia.

Masih menurut Holden, Johannes Marliem juga mengakui telah memberikan sejumlah uang dan barang lainnya pada sejumlah pejabat di Indonesia atas lelang e-KTP baik secara langsung maupun melalui perantara. Informasi itu didapatkan saat Johannes Marliem diperiksa pada Agustus 2017.

Tidak hanya itu, KPK juga mengatakan ke FBI bahwa perusahaan Johannes Marliem, PT Biomorf Lone Indonesia menerima lebih dari USD 50 juta dolar untuk pembayaran subkontrak proyek e-KTP. Setidaknya USD 12 juta ditujukan ke Johannes Marliem.

Awalnya Johannes Marliem menyimpang uang itu di rekening bank pribadi di Indonesia lanjut dipindahkan ke rekening bank di Amerika Serikat. [jat]

Sumber : Inilah.com
Tag : e-ktp

Komentar

?>